Are We There Yet?

Are We There Yet?

  • WpView
    Reads 288
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 29, 2024
WpInfo
Non-Fiction
"Kemarin aku melihat bebek di danau," ucapku pada Leta, salah satu teman terdekatku di desa ini. "Tidak mungkin. Danau itu, kan, katanya tidak bisa disentuh makhluk hidup." "Tapi kemarin ada. Sungguh. Dia berenang ke jauh ke seberang sana." Leta melihatku sebentar sebelum bertanya, "mau mengejarnya?" "Tapi kita tidak tahu ada apa di seberang sana." "Bukankah bagus? Mungkin bukan hanya bebek yang kita temukan di sana," ucap Leta sambil menerawang ke depan. Danau menyeramkan yang katanya tidak bisa tersentuh makhluk hidup, seketika terlihat sangat menarik. Seberang yang tak pernah terlihat ujungnya, sesuatu sedang menunggu di sana, kan?
All Rights Reserved
#4
dwcnpc2024
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NOVELET: Miracle of Maple Leaf [Tamat ✔]
  • Single Moms (End)
  • Tolong, Aku Masih di Sini
  • WARISAN
  • Tentang Pemimpi (Kisah Meraih Beasiswa LPDP)
  • Like a small boat
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • CATATAN HARIANKU

"Kamu tahu, tidak, Ellena, di sini berkembang mitos tentang daun maple." "Apa?" "Katanya, kalau sepasang pria dan wanita kejatuhan daun ini saat musim gugur, mereka akan selalu bersama." "Oh, ya? Sepertinya aku pernah dengar, tetapi tidak ingat ... bagaimana jika kejatuhan daun saat sedang sendirian?" "Kamu benar tidak tahu? Begini, kalau daun maple jatuh di kepala orang yang sedang sendirian di musim gugur, dipercaya daun itu akan mengabulkan permohonannya." "Benarkah?" Radi mengangguk cepat. "Kalau begitu, aku akan duduk di sini setiap hari selama musim gugur. Kalau satu hari satu daun jatuh di kepalaku, semua permohonanku akan terkabul!" _____________________________ Ellena mengalami kecelakaan. Ingatan yang hilang, membuatnya seolah menjalani hidup baru. Bagaikan teleport ke dunia paralel, semua terasa asing. Hampa. Perasaan kosong itu mengambil alih. Tidak sengaja mengucapkan permohonan saat sehelai daun maple jingga kemerahan mendarat di kepala, Ellena bertemu dengan Radi-sosok pria yang hanya mampu dilihatnya. Siapa sangka? Seiring waktu, kehadiran Radi membawa arti. Namun, takdir seakan mempermainkan mereka. Sejak awal, keduanya terhubung oleh seutas benang merah. Kenyataan demi kenyataan terus terkuak, bagaikan kotak pandora yang baru saja terbuka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines