Are We There Yet?

Are We There Yet?

  • WpView
    Reads 285
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 29, 2024
"Kemarin aku melihat bebek di danau," ucapku pada Leta, salah satu teman terdekatku di desa ini. "Tidak mungkin. Danau itu, kan, katanya tidak bisa disentuh makhluk hidup." "Tapi kemarin ada. Sungguh. Dia berenang ke jauh ke seberang sana." Leta melihatku sebentar sebelum bertanya, "mau mengejarnya?" "Tapi kita tidak tahu ada apa di seberang sana." "Bukankah bagus? Mungkin bukan hanya bebek yang kita temukan di sana," ucap Leta sambil menerawang ke depan. Danau menyeramkan yang katanya tidak bisa tersentuh makhluk hidup, seketika terlihat sangat menarik. Seberang yang tak pernah terlihat ujungnya, sesuatu sedang menunggu di sana, kan?
All Rights Reserved
#10
dwcnpc2024
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Pemimpi (Kisah Meraih Beasiswa LPDP)
  • Cahaya Gemintang (CH!Indonesia)
  • Light Of Love (YIZHAN)✅
  • Cerita Daun dan Bumi
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • WARISAN
  • Bayangan di Malam Kelam(xodiac)
  • CATATAN HARIANKU

Danasmara, ia berperawakan tinggi. Rambutnya lebat, sedikit berombak. Matanya hitam kecoklatan, seringkali ada rona merah yang memperjelas bahwa malamnya tak senyenyak manusia lain. Yang ku tahu, Danasmara memiliki mimpi yang besar, lebih besar dari tubuh kurusnya dikali seratus. Tepat setelah memutuskan jadi pemimpi, ia mulai merangkai kata-kata sakti. Aku sedikit ingat, kata-kata itu terdengar seperti ini, "Aku berusaha tetap terjaga, disaat waktu dunia membuat yang lain mulai terlelap.". Seringkali aku juga meremehkan keyakinannya. Dan kadang ia malah berhasil membalikkan perhitunganku, kemudian aku juga turut terinspirasi atas perjuangan tak masuk akalnya. Dan kau tahu kawan, apa yang terlihat sakti dari dia? Terkadang ia membahasakan firman Tuhan dengan semena-mena, tapi ajaib, bahasa itu mampu dengan mudah aku mengerti. Hatiku tersapu sekaligus tersipu, seolah aku diajak semakin dekat dengan Tuhanku. Danasamara, sesekali ia memiliki kebijaksanaan melebihi usianya. Ia dengan mudahnya memandang biasa apa saja yang teramat diinginkan manusia lain. Aku sempat berpikir, jangan-jangan ia bukan manusia. Ada semacam deduksi yang menyimpulkan bahwa Danasmara seringkali memiliki ciri asing, ia bisa jadi adalah traveler dari planet lain. Planet yang tidak memiliki banyak air, sebab aku masih ingat bagaimana ia memiliki pedoman yang aneh tentang mandi. Katanya, "mandi hanya untuk orang-orang yang merasa bahwa dirinya itu kotor." Aku menyangkal. Dan sayangnya, manusia lain mengamini pedoman hidup itu..

More details
WpActionLinkContent Guidelines