Jendela Mimpi

Jendela Mimpi

  • WpView
    GELESEN 3
  • WpVote
    Stimmen 1
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mo., Jan. 29, 2024
WpInfo
Belletristik
Romantik
" Jangan pernah mengejar mimpi seorang diri. selalu sertakan yang Maha Kuat, Maha Hebat, Allah Ini kisah seorang anak bernama Hamza. seorang lelaki dewasa dengan segudang mimpi ingin pergi ke New Zealend, Jepang, dan berkeliling dunia dengan kamera nya. Namun, siapa sangka, ayahnya malah membuatnya terus terusan frustasi. Kisah para pejuang, baitul maqdis, al aqsha, palestina, Mujahidin dan semacamnya terasa membosankan sekaligus membuatnya frustasi. Di satu sisi ia ingin memotret dan menjadi jurnalis keliling dunia. Di sisi lain, ayahnya begitu menitipkan harapan besar pada pundaknya untuk menjadi bagian pejuang kebebasan Al Aqsha. " Baba, se penting apa Al Aqsha? " " Sebagaimana pentingnya Mekkah dan Madinah bagi muslim nak " Ucap Baba tersenyum. itu senyuman terakhirnya yang dapat kami lihat *** " Karena tulisan dapat abadi, maka menulislah " Find ig : @rinaaf_ Holllaa Lets be friends yuk :D
Alle Rechte vorbehalten
#166
jurnalis
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Story of palestine 2
  • AYZA (Tamat)
  • Sahabat Until Jannah (SUDAH TERBIT)
  • MAS DOSEN ITU SUAMIKU
  • Menunggu Halal Bersamamu
  • Skenario takdir
  • GADIS GAZA - TERBIT
  • Arsalan Sa'ad Al-Malik
  • Cinta Yang Hilang (On Going)
  • WHAT IS HAPPINESS???

Ketika kusimak puisi-puisi Fadwa Tuqan, Samir Al-Qassem, Harun Hashim Rashid, Jabra Ibrahim Jabra, Nizar Qabbani dan seterusnya yang dibacakan di Pusat Kesenian Jakarta, jantung kami semua berdegup dua kali lebih gencar lalu tersayat oleh sembilu bambu deritamu, darah kamipun memancar ke atas lalu meneteskan guratan kaligrafi 'Allahu Akbar!' dan 'Bebaskan Palestina!' Ketika pabrik tak bernama 1000 ton sepekan memproduksi dusta, menebarkannya ke media cetak dan elektronika, mengoyaki tenda-tenda pengungsi di padang pasir belantara, membangkangit resolusi-resolusi majelis terhormat di dunia, membantai di Shabra dan Shatila, mengintai Yasser Arafat dan semua pejuang negeri anda, aku pun berseru pada khatib dan imam shalat Jum'at sedunia: doakan kolektif dengan kuat seluruh dan setiap pejuang yang menapak jalanNya, yang ditembaki dan kini dalam penjara, lalu dengan kukuh kita bacalah 'laquwwatta illa bi-Llah!' Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu Tanahku jauh, bila diukur kilometer, beribu-ribu Tapi azan Masjidil Aqsha yang merdu Serasa terdengar di telingaku. #episode 2 #palestine

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien