Dear, Mr. K

Dear, Mr. K

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 21, 2026
Pernah ngerasain jatuh cinta sendiri selama bertahun-tahun? bahkan meski sudah tak pernah bertemu masih saja memiliki rasa, apa kalian pernah? atau tidak pernah? atau bahkan sedang ada diposisi ini? jika pernah, kalian senasib dengan Lula. Gadis yang menjatuhkan hatinya pada pria tampan yang kaku, sedikit menyebalkan, tapi sangat perduli padanya, mereka bertemu dan mulai dekat pada saat masa SMP, dan setelah itu mereka berpisah hingga mereka dipertemukan lagi pada saat mereka menginjak dewasa, tepatnya pada saat kuliah. apakah perasaan Lula dapat terbalaskan? ataukah selamanya mereka hanya akan menjadi teman yang berakhir asing? Atau mungkin laki-laki nya pun memiliki rasa yang sama,selama ini? ________. (hasil pemikiran author sendiri, jika ada kesamaan alur cerita, atau bahkan nama toko. author tidak tau, karena ini hasil kisah cerita author hehehehehe) *cover dari pinterest.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NARASI JEDA
  • TUNANGAN ANTAGONIST GILA
  • Escape : Menjadi Pengganti Dosa Kakakku
  • 𝐃𝐈 𝐁𝐀𝐋𝐈𝐊 𝐊𝐀𝐂𝐀𝐌𝐀𝐓𝐀 [𝐁𝐋]✓
  • ENVELOVE
  • Bodyguard Salah Alur
  • After the Fall
  • Antagonist Pick Me
  •  MARDARA
  • PERIHELION

Tiga tahun seharusnya cukup untuk mengubah luka menjadi abu. Namun, bagi Winona, waktu seolah berhenti saat ia melihat namanya bersanding dengan Kavi Arka Mahasura di daftar anggota Kelompok 11 KKN. Sialnya, Winona tidak hanya harus satu kelompok dengan sang mantan, ia bahkan terpilih menjadi wakil ketua. Ia menjadi pendamping setia Kavi dalam menjalankan program pengabdian. Alih-alih profesional, Kavi justru menggunakan kekuasaannya sebagai ketua untuk memojokkan Winona, melampiaskan sisa amarah dan sakit hati yang ternyata belum juga mati. Keadaan semakin keruh saat sosok Tasya hadir di antara mereka, memicu percikan cemburu yang seharusnya sudah padam. Bagi Winona, 40 hari di desa bukan lagi soal pengabdian pada masyarakat, melainkan arena pertarungan ego yang melelahkan. Akankah waktu 40 hari itu menjadi momen bagi mereka untuk melanjutkan narasi yang sempat berjeda? Ataukah ini justru menjadi kesempatan bagi keduanya untuk saling menghancurkan hingga berakhir lebih hancur dari sebelumnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines