Ketika orang-orang yang memiliki luka dipertemukan dalam kegelapan. Akankah setitik cahaya mampu membawa mereka pada kebahagiaan atau hanya rasa sakit dan penderitaan yang bisa mereka rasakan?
"Seperti gurun Sahara. Hanya ada hampa, gersang, dan sunyi dalam setiap detiknya." -- Sahara.
"Nama gue Jenggala. Layaknya hutan yang tandus dan kekeringan, yang gue butuhkan adalah air. Sialnya gue malah jatuh cinta sama Sahara." -- Jenggala.
"Gue selalu berada di antara dua hal. Kebohongan dan kebenaran, rasa sakit dan penderitaan, juga Sahara dan Jenggala. Apa karena nama gue Anantara?" -- Anantara.
[FOLLOW YUK, SEBELUM BACA!]
-not revised yet!
Dua insan ciptaan tuhan yang bertemu di situasi yang serupa, mempunyai perasaan hampa di dada. Takdir yang sama, kehilangan separuh jiwa membuat mereka terpuruk di hidupnya, dan sama-sama mengharapkan sesuatu yang indah di akhir masa.
"Sejak kapan luka itu ada?" Aily bertanya melihat luka besar yang dimiliki Dipta. "Sejak mama tidak ada di sini."
"Kamu suka senja?" Dipta menatap dalam mata Aily, mata yang sepertinya banyak menabung rindu. "Senja, bikin aku inget sama Ibu, dia matahari yang indah saat akan terbenam."
Apakah mereka mampu menghilangkan semua rasa pilu di hati? Apakah mereka mampu membuat sesuatu yang indah di akhir bagian? Lantas, bagaimana caranya?
⚠️CERITA PURE DARI OTAK AUTHOR!
⚠️PLAGIAT JAUH JAUH!
⚠️17+ MENGANDUNG KATA-KATA KASAR!
⚠️ JIKA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH, TEMPAT, ALUR CERITA ITU ADALAH KEBETULAN SEMATA DAN TIDAK ADA UNSUR KESENGAJAAN!