AKU, KAMU, DAN SEMESTA

AKU, KAMU, DAN SEMESTA

  • WpView
    Reads 1,199
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 24, 2026
Mengenang cinta tak selalu berarti bahagia. Terkadang, ia hadir sebagai luka yang menetap, mengendap di hati, dan mengubah cara seseorang memandang hidup. Di tengah perjalanan hidup yang terasa abu-abu, cinta menjadi anugerah yang datang diam-diam-sebagai penyempurna, sebagai penawar lelah, sekaligus sebagai ujian. Tuhan menurunkan cinta bukan pada mereka yang paling sempurna, melainkan pada hati-hati yang pernah retak, yang pernah kehilangan arah, dan yang tetap bertahan meski dunia berkali-kali melukainya. Rara tumbuh sebagai gadis yang akrab dengan tanggung jawab, kehilangan, dan harapan yang sering kali pupus. Bagas hidup berdampingan dengan rasa sakit, waktu yang terasa terbatas, dan mimpi-mimpi yang terancam tak sempat menjadi nyata. Keduanya bertemu tanpa rencana, dalam ruang asing yang mempertemukan luka dengan luka. Dari percakapan sederhana, lahir keterikatan yang pelan namun dalam. Dari kisah yang dimulai tanpa sengaja, mereka belajar bahwa luka tak selalu berarti akhir-kadang ia justru menjadi awal dari sebuah perjalanan yang mengubah segalanya. Ini adalah kisah tentang cinta yang tidak sempurna, tentang dua jiwa yang saling menemukan di tengah rapuh, dan tentang harapan yang berani menyala di antara retak dan hampa.
All Rights Reserved
#80
longdistancerelationship
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • DEVANOLLA
  • Adit, Jogja, dan Dia Season 1 [Season 1]
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • Our story
  • Sawala [1]
  • Unforgettable, every second of it
  • Candala [2]

[FOLLOW ME BEFORE READING.] Apa yang akan dilakukan saat waktu hampir habis? Waktu yang selama ini tidak pernah berhenti, tiba-tiba mengajak untuk menghabisi dunia. Kau pikir, semuanya akan baik-baik saja. Sampai saat yang paling lama kau baru boleh pergi. Tapi tiba-tiba, kau teringat tentang waktu yang selama ini telah kau habiskan. Lalu menyesalinya. Seolah-olah kau ingin memiliki lebih banyak waktu lagi. Menurutmu, apa semuanya masih bisa baik-baik saja? Gilang memikirkan hal yang sama setelah ia mendapat tugas untuk menjaga saudara angkatnya. Bukannya apa-apa, Gilang hanya tidak mau menghabiskan waktunya yang tidak seberapa untuk tugas menjaganya itu. Ia juga tidak mau menyerahkan waktunya bersama orang lain. Bahkan sedetik pun. Tapi siapa yang tahu, Gilang malah jatuh cinta pada saudara angkatnya. Mati-matian ia berusaha agar Adin tidak balas mencintainya. Dan sekarang, semua terserah pada Gilang. Karena waktunya tidak bisa menunggu. Setidaknya, sampai mati. [PLEASE, DON'T COPY MY STORY.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines