Things I Didn't Tell Anyone

Things I Didn't Tell Anyone

  • WpView
    LETTURE 202
  • WpVote
    Voti 21
  • WpPart
    Parti 8
WpMetadataReadPer adultiIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, giu 23, 2024
Kata Jehuda, gue penakut. Dulu gue mengelak. In my defense, dengan tidak blak-blakan juga bagian dari self-control, alias lebih baik bungkam ketimbang salah kata, bukan seperti dia yang apa saja bisa keluar dari mulutnya. Dulu gue berpikir seperti itu. Namun, semakin gue hadir dalam hidupnya, Jehuda tetap tidak ragu, tetap tidak salah langkah, seperti segala rupa sudah masuk dalam hitungan yang lebih canggih daripada firasat perempuan. Apakah ada orang yang sehebat itu? Mungkin mustahil, tak terkecuali dia. Poin gue adalah, people just can't see what they can not see. Hanya karena gue tidak tahu apa yang ada di kepalanya, bukan berarti gue tidak ada di sana. Atau hanya karena gue pikirkan sendiri, bukan berarti hal yang sama enggak pernah terlintas di benaknya, and that's how it resonates .... Bagaimana mereka yang jatuh cinta, adalah penakut semuanya. ---------------------------------------------------------------- THE BOYZ Hyunjae x fromis_9 Hayoung fanfiction Sebuah spin off dari Jangan Lupa Meeting! overcookedumps, 2024
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Glimpse of Heaven : Passé - Koo Junhoe & Kim Jiwon [Completed]
  • "THE KING"_(ongoing)
  • psychologycal
  • Just For One Day
  • The Kidnapper
  • Surreptitious || Park Jinyoung ✔
  • Fraternity | Jaehyun ft. Eunwoo ✔
  • Garis Takdir
  • I THINK I'LL BE THERE [END]
  • Candala - Minsung Au

(2) "Kita berpikir sudah baik, tapi Tuhan belum tentu beranggapan demikian, Mas..." "Maksudnya, Lingga?" "Aku mencintai Seseorang yang enggak balas mencintaiku..." Laki-laki manis itu terdiam sebentar, jantungnya seperti ingin meloncat dari tempatnya. "Aku berpikir, alangkah bahagianya kalau laki-laki itu membalas perasaanku, bukan? Tapi mungkin Tuhan beranggapan bahwa dia bukan yang terbaik, maka aku dibiarkan bertepuk sebelah tangan bahkan bertahun-tahun lamanya." Aji menelan salivanya dengan susah payah. Lalu ia memutuskan bertanya, "siapa?" Lingga menolehkan kepalanya dan membalas tatapan Aji dengan begitu lembut. "Kamu..." Back then, when everything was okay... Pieces from "Glimpse of Heaven" 💜💙 Disclaimer: 🔞 BXB Yaoi Boyslove Fluff Angst Smut A lil bit harsh words Yang enggak suka, jangan dibaca ya...

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti