Story cover for moon and sun by awaweeeeeeeee
moon and sun
  • WpView
    GELESEN 34
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 3
  • WpView
    GELESEN 34
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 3
Laufend, Zuerst veröffentlicht Feb. 01, 2024
The prolog of moon and sun

Dulu bulan dan matahari yang selalu menyinari bumi. tapi, akankah itu bertahan lama.

Seorang perempuan melihat ke arah jendela, dia berharap kalau bulan akan selalu mengingatkan dia pada seseorang.
Di lain tempat seorang laki-laki melihat ke arah foto yang tertempel di Mading kamarnya.

"Kakak, aku kalau udah gede mau pacaran sama kakak!" ucap anak kecil yang tersenyum manis

Di samping anak kecil itu, ada seorang laki-laki yang tinggal di sebelah rumah anak kecil manis itu.

"Kamu masih kecil, jangan pacaran dulu" balas laki-laki itu menatap ke arah anak kecil tersebut.

Siapakah sosok dari kedua orang tersebut?

Akankah takdir menyatukan mereka berdua, apakah takdir juga membuat matahari dan bulan terus menyinari bumi dengan segala kenangan.

Genre: Romance-History

pict in pinterest

Start: 1/2/24
End:-
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie moon and sun zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
#309moon
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
Hi Crush! (udah selesai) von Valbriel
52 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
UDAH SELESAIII!!! Aku tau rasanya nunggu cerita yang up nya lama huaaa :") • Cuma cerita biasa kok, rl dengan topping imagination ✨ Selamat membaca yops!!! Langsung cek i dot! __________________________________ "Ko tau ga kenapa matahari terbenam selalu indah" Aku menunjuk matahari yang mulai menurunkan radarnya. "Karena matahari capek bersinar karena selalu dikeluh in orang?" Plak "Apa hubungannya coba! Masa matahari tergantung sama kita sih" "Ya kali aja. Terus apa? Aku belom pernah denger" "Kata matahari 'Aku sedang membiarkan para manusia menikmati pesonaku sebelum aku menghilang' gitu katanya. Barusan dia bilang ke aku. Bener yang Koko bilang emang matahari sering dikeluhin orang karena panas tapi matahari bukan manusia yang suka pundung. Walaupun dia sebenernya sakit hati, dia tetep baik karena tetap bersinar seperti sedia kala." Ucapku panjang lebar. "Bukankah nanti dia kembali?" "Iya kembali dengan cara yang sama, mood yang sama. Menghilangnya hanya sementara dan mempersiapkan panggung untuk bulan beraksi. Dia menghilang sementara tapi dia berharap agar kita merindukannya." "Kata matahari 'kamu cantik' " "Ray. Di saksikan matahari, aku mau ngomong sebelum dia pergi" "Hm?" "I need to tell you something..." ______________________________________ Jangan main nyomot cerita orang ya! Nulisnya perjuangan melawan mager :") Punya otak kan? Jelas lah ya, pakek gih kasian dia gabut tauk! Kalau baca jangan lupa vote and comment okey!
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 9
GARIS TAKDIR  cover
Cowok Titipan (End) cover
Indurasmi, Segara, dan Kita ✓ cover
Kalaya [END] cover
The Moon and Starlight [ON GOING] cover
SUNFLOWER  cover
Hi Crush! (udah selesai) cover
She Pluviophile cover
NAMU ✔ cover

GARIS TAKDIR

67 Kapitel Abgeschlossene Geschichte

Pantesan susah buat dapetin hati bumi. Orang bumi aja gak punya hati! • • • • Bulan cantik? Jelas. Bulan manis? Jangan di tanya lagi permen aja insecure lihat dia. Bulan pinter? Pasti, buku aja minder kalo di baca sama dia. Terus ada gak kekurangan dia? ADA! Bulan 'NOL BESAR' jika di suruh buat dapetin hati bumi. Susah. Tidak tau lagi gimana caranya Bulan buat naklukin hati seorang Bumi. Saat mau maju satu langka lagi. Pasti ada aja yang dorong tubuhnya hingga dia kembali ketitik nol. Bumi mungkin terlalu besar buat Bulan genggam. Kadang saja kehadiran dirinya tidak pernah dianggap. Bulan tidak pernah terlihat di mata Bumi. Apa perlu Bulan bawa banyak senter ke luar angkasa biar cahayanya bisa bersinar lebih terang, terus dapet perhatian dari bumi? Gila aja. Nanti matahari insecure lagi lihat gue. Hahaha Welcome to my story! Buat kalian yang lagi berusaha buat dapetin doi. Buat kalian yang lagi berusaha buat lupain doi. Buat kalian yang lagi bimbang mau terus berjuang apa lupain aja. Mari berpelukan! [MASIH DALAM PROSES REVISI]