Angkara Asa

Angkara Asa

  • WpView
    LECTURES 61
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., juin 30, 2024
Dalam keheningan pernikahan yang tidak diinginkan, Annara dan Pragiantara menemukan irama getir yang mengalun di antara mereka, membentuk melodi cinta yang merangkai duka dan kerinduan dalam kebisuan yang memilukan. Di tengah redupnya harapan yang semakin pudar, mereka menghadapi realitas yang menggigilkan, merangkai kisah cinta yang tercipta dari kilasan kerinduan yang tak terucapkan dan keragu-raguan yang merajai hati. Dalam irama kehampaan yang mengalun, cinta mereka tumbuh, mengubah kegelapan menjadi sinar keindahan yang menyelimuti langit-langit hati yang terluka. Bagaimana proses panjang itu mereka lalui dalam istana yang tidak diinginkan Annara?
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Langit Kelabu Milik Ara
  • Meraih Cinta Suamiku
  • Hai, Selesai.
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Luka Tanpa Rasa
  • Senja Di ujung Jari [Rorasa]
  • The Thug Who Became My Sanctuary
  • Paper Hearts (Wattys2019 Winner)
  • TIGA TALI CINTA

"Ada anak-anak yang dilahirkan di bawah langit cerah. Ada pula yang tumbuh di balik kelabu, dengan doa yang tak terdengar." Ara kehilangan ayahnya saat usianya baru 2,5 tahun. Ia tak sempat mengingat hangatnya pelukan seorang ayah, dan kasih ibunya pun jarang ia nikmati. Ibunya sibuk, terlalu sibuk bekerja untuk menghidupi ketiga anaknya seorang diri. Saat usia delapan, ibunya menikah lagi. Tapi kehadiran ayah tiri tak serta-merta mengobati sunyi di hati Ara. Ia tumbuh canggung, asing dengan perhatian yang datang terlambat. Kehidupan membawanya berpindah-pindah-tinggal bersama nenek, berpindah sekolah karena perundungan, lalu hidup seadanya tanpa uang saku, bahkan tanpa makan. Ia dibenci keluarga ibu kandungnya, dimarahi, diusir, dibicarakan. Namun, ia tetap bertahan, hanya karena satu hal: harapan. "Bukan cinta yang menjadikannya kuat, tapi luka yang ia peluk diam-diam." Ara ingin sukses. Ia ingin membalas cinta tulus dari orang-orang yang benar-benar menyayanginya: ibu, ayah tiri, dan nenek kecilnya. Ia ingin mengubah langit kelabu menjadi pelangi, dengan tangannya sendiri.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu