UNTUK LAVYLIA

UNTUK LAVYLIA

  • WpView
    Reads 1,805
  • WpVote
    Votes 216
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 16, 2024
Aku akan segera kembali. Simpan aja dulu [SETIAP DESA MEMILIKI PINTU DAN SETIAP PINTU BUTUH KUNCI] Batas waktu yang Lilysia miliki hanya tiga puluh hari untuk membawa pulang Bunga Lavylia. Bunga itu akan dijadikan sebagai obat bagi Ibunya yang mengidap sakit langka. Dan, demi sekuntum bunga yang sangat berharga, Lilysia diharuskan untuk menjelajah lima desa. Sayangnya, lima desa yang akan Lilysia lalui bukan seperti desa pada umumnya. Ini desa-desa yang penuh pesona juga ... sangat unik. Tidak! Lebih tepatnya sangat aneh. "Lilysia tidak tahu, di mana kuncinya?" *** [TYPO, KEPENULISAN, MASIH HARUS BANYAK BELAJAR] Up semampunya, selamat membaca. Jangan lupa vote/komen/follow.
All Rights Reserved
#202
ajaib
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lentera Lily
  • LUIZIA [SUDAH TERBIT]
  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • Angkasa (Forget Me Not)
  • Destiny of the Flora [REVISI❤️]
  • [Drop]Snake Becomes a Member Of The Military Force [SBMOMF]
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • Noisy, Fiony. [END]

"Saat bernyanyi suaraku berubah menjadi suara katak." "Apa?!" Semua bermula ketika seorang kakek tua tiba-tiba saja memberikan sebuah lentera usang pada Lily. Namun siapa sangka jika lentera itulah yang akan merubah hidupnya nanti? Malam itu lentera miliknya tiba-tiba menyala, entah datang dari mana tapi puluhan kunang-kunang lah yang membuat lenteranya bercahaya. Saat itulah Lily menyadari hukumannya telah dimulai, ia harus menghilangkan gejala aneh yang mulai muncul pada orang-orang di sekitarnya, dengan bantuan kunang-kunang yang ia temui di gudang sekolah. "Memangnya aku dokter?" Hukuman itu adalah misi yang tampaknya mustahil, selain menyembuhkan penyakit hati orang lain, Lily harus belajar mengesampingkan kebenciannya dan mulai mengerti makna kepedulian yang sebenarnya, sambil berusaha agar tidak melanggar aturan yang membuat mulutnya terkunci. Namun mencari akar masalahnya saja tidak cukup, Lily juga harus menemukan obat penawar untuk mereka. Di tengah tantangan ini, Lily menemukan bahwa rahasia masa lalu dan rasa bersalah yang dipendam menjadi kunci untuk menyelesaikan misinya. Dengan begitu tugasnya selesai. Penasaran dengan ceritanya? Yuk, baca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines