Melupakanmu (TAMAT)

Melupakanmu (TAMAT)

  • WpView
    Reads 234
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 17, 2025
"Aku senang melihatmu bahagia. Dalam diam aku pernah mencintaimu, dan dalam diam pula aku belajar bahagia menyaksikanmu bersama seseorang yang benar-benar kamu cintai." ~Azzahra Mei~ "Jangan terlalu berharap banyak tentang diriku, Zahra. Karena itu mungkin akan menyakitimu. Carilah sosok laki-laki yang lebih baik dariku, yang bisa mencintaimu dengan tulus. Aku mungkin nggak bisa bersamamu, karena perasaan yang dulu sudah hilang setelah kita nggak lagi saling bertemu." ~Zildan Askara~ PERINGATAN ⚠️ Cerita ini tidak boleh ditiru atau dibajak dalam bentuk apa pun. Luka seseorang bukan untuk dijadikan kepuasan, apalagi demi uang. Hargai karya orang lain, ciptakan imajinasimu sendiri, dan jangan pernah merampas hak penulis.
All Rights Reserved
#433
ceritaindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Jejak (novel teaser)
  • THE SECRET LOVE
  • Eimaikala
  • Pangeran & Khumairah [Completed]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Kisah Akala
  • DikaRanggi
  • HE IS MY MINE!
  • Should be Remember
  • Devaul • completed

Katanya, kadang untuk beranjak dan melanjutkan kehidupan perlu dibantu oleh orang lain... "Aku ngerti, dia berarti banget buat kamu dan kamu nggak bisa dapetin dia, aku tahu. Makanya kamu pilih aku. Waktu kamu ajak aku jalan, aku tahu aku bukan pilihan pertama kamu. Aku udah siap dengan semua konsekuensi itu..." ...Dan menjadi realistis katanya adalah pilihan yang tepat, "Terima kasih sudah menjaga aku tetap waras..." Tapi bukankah, kebahagiaan seharusnya kita yang ciptakan sendiri? "Kinan ingin berterima kasih pada mereka dengan cara berhenti bersedih dan mulai belajar menjadi bahagia tanpa bertumpu dengan orang lain.Kinan tahu ini mungkin nggak masuk akal buat sebagian orang. Tapi Kinan yang paling tahu diri Kinan sendiri. Kapan Kinan harus lari, kapan Kinan harus berhenti." Dan menjadi realistis itu tetap harus jujur dengan perasaan kita sendiri bukan? "Gue pengen memiliki lo bukan karena berkompetisi dengan siapapun. Bukan juga karena gue butuh seseorang di samping gue. Bukan pengen punya seseorang yang bisa gue pamerin ke orang-orang. Jadi jelasin sebelah mananya gue anggap lo barang? Menurut lo selama ini gue ngapain? Apa lo nggak sadar sama sekali?Does he love you better than I do?" Ini adalah bagian akhir dari kisah klasik di antara empat orang yang harus mengurai benang kusut di antara mereka. Karena setiap orang punya ruang khusus untuk untuk seseorang yang sulit untuk digantikan oleh orang lain.Mereka mengukirnya sedemikian rupa hingga tak ada senyawa apapun yang mampu menghapusnya begitu saja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines