Only For You, Reina

Only For You, Reina

  • WpView
    Reads 158
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 10, 2024
Keheningan tanpa arah, keraguan tanpa akhir Rasa pekat yang mencekam, kekhawatiran yang mencekik Di tengah malam yang terjaga, di tengah hujan ku tadahkan kepala Menatap bintang yang luas, menghitung hujan yang menyirami bumi Berharap dengan tulus hati namun tetap takdir yang memainkan perannya. Kapan kah akan berakhir..?
All Rights Reserved
#4
mikazuki
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When the Rain Stops Following Me
  • CEYRON ALLISTAIR
  • Memeluk Hujan
  • Connected
  • [√] DARKNESS
  • Baby Anyon!?
  • 𝐑𝐮𝐦𝐚𝐡 : 𝐒𝐨𝐥.𝟒𝐜𝐞 [ 𝐄𝐍��𝐃 ]
  • Summer Rain [REVISI]
  • DESTINY | 운명-unmyeong

Apa yang kalian pikirkan kala ada sebuah kebahagiaan bersama kedua orang yang paling kau sayangi menjadi terganggu? Mungkinkah rasanya bak seperti hidup di dalam lingkaran musim hujan yang begitu panjang dan disertai petir yang hebat? Akari tak mengerti mengapa alur hidup yang selama ini dia rasakan baik baik saja, tiba tiba saja dirubah oleh sang ayah. Rasa kesal, sedih serta marah bak bercampur menjadi satu seolah pancarona yang membara. Bukan tanpa alasan sebenarnya, bagaimana mungkin taka da sama sekali permintaan ketersetujuan atas sebuah kehendak yang terlihat seperti sebuah ego orangtua yang dilampiaskan. Akari jelas masih bisa terima jika selama ini kehidupan keluarganya nyaris banyak yang miss. Tapi, gadis yang memiliki skill dalam melukis ini sama sekali tidak bisa terima jika suatu saat dia dilempar begitu saja ke sebuah tempat. Meninggalkan segala hal yang selama ini sudah begitu melekat bak memberinya selimuran dari dunia yang nampak tak selalu baik. Aoyama, Kenjiro, klub seni yang selama ini begitu menghangatkan hatinya dengan tanpa aba aba nya harus ia tinggalkan hanya karena ke ego an sisi lain manusia di rumahnya yang begitu megah. Akari benci sekali berada di situasi jika bukan dia sendiri menghendaki semua ini. Ingin rasanya ia berteriak, namun ke siapa? Orang mengatakan bahwa hidup harus terus berjalan walaupun masih penuh dengan badai mengitari? Akari jelas tak bisa menahan semua ini untuk tak terjadi, tapi setidaknya dia selalu berharap supaya suatu hari hujan berhenti mengikutinya. Warning!!!!!!! Jika kalian menemukan bahwa urutan dari cerita ini salah per tiap chapternya, mohon lihat saja angka nya. jujur sekali, aku sudah perbaiki urutan chapternya, tapi teetap saja berantakan. jadi misalnya gini, setelah chapter 42 dan kalian menemukan langsung chapter 52, segera cari urutannya dengan mencari Chapter 43. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya ya. P.s putar media video nya supaya feel nya lebih terasa kala membaca

More details
WpActionLinkContent Guidelines