Cinta Pertama Rembulan

Cinta Pertama Rembulan

  • WpView
    Reads 37,426
  • WpVote
    Votes 3,737
  • WpPart
    Parts 49
WpMetadataReadComplete Wed, Sep 24, 2025
Beraksi dari panggung ke panggung berasama The Orion, band yang dibentuknya beberapa tahun lalu dan kini sedang naik daun ternyata tidak bisa membuat seorang Samudra Alterio berhenti kesepian. Hidupnya masih terasa kosong meski ada ribuan penggemar yang menyayanginya. Sampai ia bertemu seorang penggemar berisik yang tiba-tiba masuk ke dalam hidupnya. Ayunda Rembulan. Tidak pernah menyukai siapa pun di hidupnya. Menjadi anak bungsu kesayangan keluarga, membuatnya kesulitan mendapat izin, susah menentukan jalan hidupnya sendiri. Kadang ia merasa hidupnya kurang seru. Sampai layar ponselnya memperlihatkan seorang lelaki tampan dengan senyum amat tipis nyaris tidak terlihat namun berhasil membiusnya, membuat hidupnya menjadi lebih seru. Karena lelaki itu, ia merasakan rasanya menonton konser pertamanya. Karena lelaki itu, banyak hal seru yang akhirnya terjadi. *** "Samudra itu tampan, cool dan berkarisma." Bulan berkomentar ketika melihat lelaki itu di layar kaca. "Samudra itu cuek, kaku dan tidak berperasaan." Kemudian komentarnya berubah ketika ia berhasil berinteraksi langsung dengan idolanya itu. Namun, Bulan tetap menggilainya. Ada satu peristiwa yang membuatnya percaya, Samudra itu baik. *** "Dia itu berisik, tapi jangan bawa dia pergi. Kehadirannya membuat sepi di dada berubah menjadi degup tak terkira." Samudra
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ruang yang Tak Pernah Jadi Rumah
  • Alaskar dan Bulan
  • BULAN [Selesai]
  • C I N (T) A (COMPLETE)
  • My Beloved Enemy
  • Mentari Tanpa Sinar
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • BINTANG&BULAN
  • LAVANYA

"Kematian Ayahku mengubah semuanya, tapi bukan karena kepergiannya-melainkan karena mereka menyalahkanku." Arua, anak bungsu di sebuah keluarga yang kini tinggal berlima. Empat kakak laki-laki dan satu ibu yang tak pernah memeluknya lagi sejak hari itu. Semua berubah, termasuk cara mereka memandangnya. Setiap pagi adalah hukuman, setiap malam adalah pengulangan rasa bersalah. Tapi di luar rumah itu, ada empat orang yang perlahan menariknya keluar dari lubang gelap: Keira, Naya, Elan, dan Harvy. Ini bukan kisah tentang kebahagiaan yang mudah. Ini kisah tentang bertahan saat tak ada satu pun yang membelamu. Karena kadang, luka terdalam datang dari rumah sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines