Cinta Pertama Rembulan

Cinta Pertama Rembulan

  • WpView
    Membaca 37,444
  • WpVote
    Vote 3,737
  • WpPart
    Bab 49
WpMetadataReadLengkap Rab, Sep 24, 2025
Beraksi dari panggung ke panggung berasama The Orion, band yang dibentuknya beberapa tahun lalu dan kini sedang naik daun ternyata tidak bisa membuat seorang Samudra Alterio berhenti kesepian. Hidupnya masih terasa kosong meski ada ribuan penggemar yang menyayanginya. Sampai ia bertemu seorang penggemar berisik yang tiba-tiba masuk ke dalam hidupnya. Ayunda Rembulan. Tidak pernah menyukai siapa pun di hidupnya. Menjadi anak bungsu kesayangan keluarga, membuatnya kesulitan mendapat izin, susah menentukan jalan hidupnya sendiri. Kadang ia merasa hidupnya kurang seru. Sampai layar ponselnya memperlihatkan seorang lelaki tampan dengan senyum amat tipis nyaris tidak terlihat namun berhasil membiusnya, membuat hidupnya menjadi lebih seru. Karena lelaki itu, ia merasakan rasanya menonton konser pertamanya. Karena lelaki itu, banyak hal seru yang akhirnya terjadi. *** "Samudra itu tampan, cool dan berkarisma." Bulan berkomentar ketika melihat lelaki itu di layar kaca. "Samudra itu cuek, kaku dan tidak berperasaan." Kemudian komentarnya berubah ketika ia berhasil berinteraksi langsung dengan idolanya itu. Namun, Bulan tetap menggilainya. Ada satu peristiwa yang membuatnya percaya, Samudra itu baik. *** "Dia itu berisik, tapi jangan bawa dia pergi. Kehadirannya membuat sepi di dada berubah menjadi degup tak terkira." Samudra
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Alaskar dan Bulan
  • LAVANYA
  • BINTANG&BULAN
  • Mentari Tanpa Sinar
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Benalu [Terbit]
  • Aku Kamu Dan Jarak
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • C I N (T) A (COMPLETE)

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan sekolah menengah, dua jiwa yang berbeda tanpa sengaja dipertemukan oleh takdir. Bulan, seorang gadis pendiam dengan hobi melukis, menyimpan kelembutan dalam setiap gerakannya. Di sisi lain, Alaskar, kapten tim voli yang percaya diri dan karismatik, dikenal sebagai pusat perhatian di mana pun ia berada. Pertemuan pertama mereka terjadi secara sederhana, saat mata mereka bertemu di sebuah aula yang ramai. Sebuah tatapan singkat yang menyalakan percikan rasa ingin tahu di hati masing-masing. Bulan, dengan sikap canggungnya, tak mampu mengabaikan getaran aneh yang dirasakannya. Sedangkan Alaskar, yang terbiasa menjadi sorotan, justru mendapati dirinya terpesona oleh kesederhanaan Bulan. Namun, dunia mereka yang berbeda membawa tantangan tersendiri. Di balik pesona Alaskar yang sering dianggap sempurna, ia menyimpan luka keluarga yang tak terlihat. Sementara itu, Bulan harus menghadapi tekanan dari lingkungan sosialnya, termasuk rasa iri dan gosip dari mereka yang tak senang melihatnya dekat dengan Alaskar. Dari pertemuan pertama yang singkat, percakapan sederhana mulai mengalir. Hubungan mereka berkembang perlahan, penuh dengan momen manis, kecanggungan, dan perjuangan untuk saling memahami. Keduanya belajar bahwa cinta bukan sekadar rasa bahagia, tetapi juga keberanian untuk saling mendukung di tengah rintangan yang ada. Di awal cerita ini, cinta mereka adalah benih kecil yang tumbuh di tengah badai, memulai perjalanan panjang penuh emosi, tawa, dan air mata.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan