GIORGIO

GIORGIO

  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 27, 2024
Matanya menatap lekat sosok yang menurutnya paling menarik di antara mereka, cowok itu. Menekuk kedua kakinya dengan tangan yang menyangga beban tubuhnya di belakang. Rambut yang sedikit berantakan, lalu alis tebalnya yang menyatu, hidungnya yang seperti perosotan, bibir yang membentuk seringai tipis saat berbicara kepada cowok di sebelahnya. Pupil Shera semakin melebar, mengamati cowok itu. Tanpa sadar Shera berceletuk, "He's so attractive." Jordan yang tadi menikmati paras indah Shera seketika berbalik, menatap siapa yang menarik perhatian seorang Shera, gadis di sebelahnya. "Siapa?" pertanyaan itu terlontar spontan. Shera menatap objek itu, di tatapnya lekat juga intens. Matanya menunjukkan bahwa yang ditatap lebih dari sekedar kata indah. Jordan mengeratkan genggaman tangannya di pagar pembatas. Menyapu seluruh orang di bawah sana dengan mata tajamnya. Di bawah sana, Giorgio yang tadinya mengobrol ringan dengan Remi berhenti. Merasa di awasi oleh seseorang, ia menyapukan netranya menatap sekeliling. Sebelum kepalanya mendongak, menyipit melihat dua orang di Rooftop. Matanya terkunci menatap gadis di atas sana. Sejenak dunia seakan berhenti berotasi, tatapan Shera menyatu dengan tatapan cowok itu. Shera merasa jantungnya berdegup dengan kencang. Gio segera memutus kontak mata itu. Sementara Jordan yang berada di sebelah Shera mengangguk.
All Rights Reserved
#108
darklove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kasat Rasa [Ongoing]
  • Pemilik Otak Rumit [TERBIT-OPEN PO✅]
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Hema Alkaris (and his life)
  • Fake Nerd
  • Geo&Gia [END]
  • Gue (Nggak) Jelek! [Completed]
  • Essentialy Love (SELESAI)

Keduanya sama-sama tertawa ketika suasana perlahan mencair. Juwita yang mulai membuka diri kini kembali melontarkan pertanyaan acak yang Ia sesali setelahnya. "Kamu kalo kesini sama siapa, raf ? Pacar ?" Raut lelaki itu tiba-tiba berubah. Tatapan matanya berpendar kearah lain, menyembunyikan cemas yang tersirat di balik jawabannya yang santai. "Pacar saya lagi gga di sini, Rei. Dan dia bukan anak tongkrongan kayak kita." Tanpa sadar gadis itu menahan nafasnya sendiri, belum siap dengan jawaban yang diterimanya. "Oh, gitu. Udah lama LDR-nya ?" Juwita bertanya lagi dengan wajah ingin tahu, walau kenyataannya justru sebaliknya. Sebab menurutnya akan aneh ketika topik itu hanya berhenti sampai di situ saja. "Sejak lulus kuliah. Dua bulan yang lalu. Dia sekarang lagi lanjutin S2 di Jakarta." "Wowww,,,hebat ya dia masih semangat untuk kuliah. Limitted edition tuh cewek kayak gitu. Kamu beruntung, raf." Lelaki itu hanya menjawabnya dengan senyuman tipis. Kepalanya menunduk, menyembunyikan wajahnya dari Juwita yang sedang menatapnya nanar. Setelahnya, obrolan itu terjeda beberapa saat. Keduanya kembali sibuk dengan isi kepala masing-masing. Juwita yang merasa bersalah karena telah menghadirkan pembahasan yang berat, juga Asraf yang kini sedang mengabaikan kenyataan yang membuat suasana kembali hening. "Kayaknya salah banget ya kita baru ketemu sekarang ?" Rasanya seperti ada sebuah kekuatan besar yang menyerap habis suara-suara di sekitar mereka. Heningnya terasa mencekam ketika hanya ada suara Asraf dan debar jantungnya di sana. Pertanyaan Asraf tadi menggaung di telinga, menimbulkan rasa perih yang tidak seharusnya ada. Untuk apa Ia merasa kecewa ketika tahu bahwa Asraf ternyata sudah punya pacar ? Bukankah mereka tidak pernah memiliki hubungan yang spesial sebelumnya ?

More details
WpActionLinkContent Guidelines