Masih Bisa Kah Aku Bertahan?

Masih Bisa Kah Aku Bertahan?

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 13, 2024
"Fellora" "Iya dok?bagaimana keadaan Belva?" Tanya fellora pelan. "Keadaan Belva sedang kritis saya tidak yakin kalau Belva akan sadar sekarang, kalau sampai Belva tidak sadar selama 1 jam lagi maka Belva dinyatakan koma" Fellora terkejut bukan main hatinya seperti disayat pisau, fellora sedih mendengarnya. "Saya permisi dulu" dokter tersebut pergi meninggalkan tempat itu, setelah kepergian dokter, fellora masuk ke ruang rawat inap Belva lagi seorang diri. Killa tadi izin untuk ke kantor sebentar karena ada beberapa urusan jadi fellora yang menjaga Belva. "Belva bangun bel lo ga kangen sama gue?ayo bangun gue janji setelah lo sadar nanti gue bakal traktir apa pun yang lo mau, tapi Lo sadar dulu gue mohon" ucap fellora lirih air matanya sudah turun. Fellora menggenggam tangan Belva sembari mengusap air mata Belva yang keluar. "Lo harus kuat bel ada gue sama bunda kami berdua yang akan semangatin Lo terus,pasti jadi Lo sedih ya?disaat keadaan Lo kristis kedua orang tua Lo ga ada disisi Lo"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Look at Me, MAMA! ✔
  • THE UNYIELDING  [END]
  • Pilih Aku Atau Mereka Christy (chrisflo)
  • Takdir Semesta
  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • Ambisi (The Wrong Part Of Town)

"Mama, lihat! Lukaku semakin parah." "Mama, aku ingin sembuh." "Mama, aku kedinginan. Aku ingin dipeluk mama." "Mama, jangan pukul aku lagi. Badanku sakit semua" "Mama, aku menyayangimu." ~~~ Fella, Seorang gadis berusia 17 tahun, tak pernah sekalipun merasakan kasih sayang dari sang ibu sejak dia lahir. dia berusaha untuk mendapatkan kasih sayang dari ibunya, bukannya kasih sayang yang dia dapat namun malah mendapat Tamparan, caci maki, umpatan, dari sang ibu. Kekerasan Fisik juga dia alami, hati yang teriris juga badan yang remuk redam tak membuat semangatnya patah. Tak sampai disitu, dia kembali diuji dengan penyakit yang diderita olehnya. Dia terima itu semua. Cacian dan siksaan dari sang ibu terasa menjadi kesakitan yang sempurna dengan adanya penyakit ini. Berjuang dengan sekeras tenaga untuk mendapat satu pelukan dari sang ibu. Berusaha melawan sakit yang menerpa tubuh juga hatinya untuk mendapat satu kalimat sayang dari sang ibu. Berusaha bertahan hidup melawan penyakit yang ada untuk orang-orang yang menyayanginya. Dengan bermodalkan keyakinan dia bertahan. Berharap pada sang pencipta untuk memberikan pelangi sesudah badai yang menerpa tiada henti. Akankah Fella mendapatkan apa yang dia inginkan? keinginan yang sederhana namun sangat berarti untuknya. Dalam cerita ini kita akan ikut merasakan perjuangan Fella. Bagaimana kesakitan yang dia rasa. Bagaimana dia mendapatkan kebahagiaannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines