Dear, Sky

Dear, Sky

  • WpView
    Reads 208
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 17, 2025
Lelaki itu menggendong anak kecil yang tengah tersenyum padanya dan memeluk lehernya erat. Anak lelaki itu berusia 4 tahun, ia menepuk pundak lelaki yang sedang menggendongnya "Ayah, ajarin Atthala motoran" ujarnya lucu membuat sang Ayah muda itu mengusak rambut anak lelaki itu dengan sayang seraya tersenyum dan mulai berbicara diikuti tangannya yang menunjukkan isyarat "ayah, ajarin nanti. sekarang kamu masih kecil. nanti ayah dimarahin bunda.." ujar lelaki itu diakhiri mencolek hidung anaknya yang merengut setelah mencerna dan mendapat jawaban dari sang ayah. "AYAH! JAN AJARIN ATTHALA!" Wanita muda itu datang dan mengomel membuat lelaki itu meringis, baru saja ia berkata sudah muncul orangnya "kamu balapan sampai jam berapa?" tanya wanita muda itu membuat lelaki itu menggaruk pelipisnya yang tak gatal lalu menjawabnya dengan angka 10 melalui tangannya "bener ya 10? aku tungguin lho!" ujar wanita muda itu memperbaiki jaket kulit hitam yang dikenakan lelaki itu membuat dada lelaki yang masih setia menggendong anak lelakinya itu menghangat lalu dengan satu tangan ia merangkul pinggang wanita muda itu dan mengucapkan "I love You.. thank you" tanpa suara. wanita muda itu berjinjit dan mengecup lelaki itu dengan senyuman hangatnya "aku yang makasih. aku bahagia.. kamu gak perlu ovt tentang apapun. aku bahagia, makasih sayang..." ujar wanita muda itu menangkup pipi sang suami dan menatapnya dalam, mereka saling menatap dalam lalu sama² mengecup pipi anak lelaki mereka dari dua arah dan mereka semua tersenyum penuh syukur dan kebahagiaan.
All Rights Reserved
#70
romanceislami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Ku Pilih Jalur Langit
  • Assalammualaikum, Ustadz [END]
  • jodoh dari allah
  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • Assalamualaikum Imamku
  • Aku Adalah Lukamu
  • Dzikir Cinta (Selesai)

[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞

More details
WpActionLinkContent Guidelines