Don't Leave Me

Don't Leave Me

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 4, 2024
. . . . Dirgantara Yudanta Virendra Saya sudah memperingati kamu sejak awal. Dinding besar itu sudah saya bangun dengan rapi untuk kata cinta. Siapapun tidak mungkin bisa merobohkannya. Rafasya Farnir Anindita Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, bahkan untuk merobohkan dinding yg telah kamu bangun. Jangan terlalu angkuh dan gengsi kau bisa menyesal suatu saat nanti.
All Rights Reserved
#488
angsat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SOLITUDES
  • Sepotong Luka
  • Memorable
  • JENARO
  • Can I have you, Mas
  • You (J & M)
  • Bermain dengan takdir
  • Segores Luka Dalam Cinta
SOLITUDES

Highest rank: #1 in Fiksiremaja #1 in Cerita #3 Pregnant #5 teenfiction #8 in Benci #8 in Pregnant #10 in SMA #10 in Remaja [DISARANKAN UNTUK FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU, AGAR PEMBACA TAHU PENGUMUMAN TENTANG CERITA INI] ---- Malam itu, membuatnya membenci dirinya sendiri. Malam itu, malam terburuk baginya. Mengakhiri hidup adalah salah satu jalan baginya. Rasa benci yang sangat besar, membuatnya merasa kesepian. Ingin ia memutar waktu, untuk tidak menemuinya malam itu. 'Selalu menganggap diriku kotor, adalah sebuah kebiasaan.' - Gianna Pristin Dirgantara - ---- Kesalahan besar telah ia perbuat. Tantangan konyol yang membuatnya terjebak. Rasa penyesalan semakin tumbuh dalam dirinya. Lelah sudah ketika ia semakin tenggelam dalam penyesalan yang dalam. Kata maaf tidak pantas untuk ia ucapkan. 'Menyakitinya adalah kebiasaanku.' - Arthur Julian Wijayanto - ---- DON'T COPY MY STORY!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines