ALING , AYAM , BURUNG DAN IKAN

ALING , AYAM , BURUNG DAN IKAN

  • WpView
    Reads 135
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 9, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Perjuangan windi membesarkan putri semata wayangnya terusik ketika masa lalu nya kembali datang. kerinduan sang anak ke papanya mengantarkan Aling keberbagai drama kehidupan. pertentangan dengan windi (sang mama) yang dengan keras menolak untuk berkomunikasi kembali dgn Don mantan suaminya, membuat Aling nekat untuk pergi dan membuat luka hati windi kembali berdarah. akan kah aling melupakan perjuangan mama nya? akan kah aling menyayangi papa nya? atau akan kah aling kemudian juga membenci papa nya? #separuh cerita ini adalah kisah nyata. yang kemudian di kembangkan oleh imajinasi penulis @estari_withL
All Rights Reserved
#3
windi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Puing luka
  • Ratapan Hati  Ibu Tiri
  • 2A
  • LOVE RAIN
  • BOS GILA (HIATUS)
  • ANDAI AKU BISA
  • Saat lalu menyapa untuk kembali
  • Rahasia
  •  PEMBANTU JADI MENANTU

"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines