Adab Dulu Baru Ilmu

Adab Dulu Baru Ilmu

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 10, 2024
Dalam beragama Islam ada kaidah kaidah yang harus kita teladani. Dimana segala aspek prilaku kita di batasi dengan hukum agama. Seperti contohnya memiliki prilaku yang dajarkan oleh Allahu Subhana Wata'ala. Di cerita ini aku akan mengisahkan kehidupan di pondok,yang sayang belum sesuai dengan kaidah kaidah agama. Semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi ibu ibu agar berhati berhati memasukkan anaknya di pondok. Inilah kisahku. Dahulukan Adab Baru Ilmu Penulis Imelda Susanty SPd
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ning Nabila [SUDAH TERBIT✔]
  • Aku Mencintaimu Karena Allah [End]
  • PERFECT SANTRI [END]
  • takdir cinta anak pesantren (TAMAT)
  • SAHABAT KAKAK KU ADALAH JODOH KU ~ Mimpi Indah ~ (Bersambung)
  • A&N (on-going/revisi)
  • Langit Senja di Kota Nabi
  • Putih (Catatan Walisantri & Santriwati Alumni Pondok Pesantren Gontor
  • Jalan Cinta Suci Mutiara Fakhirah (Suci Dan Azam)
  • Gus Vs Ning

#Project_Kolaborasi Genre : Spritual-Romance Penulis : Ferdi Andreas x Rianty Blurb Seakan menjadi dejavu. Kisah yang pernah dialami oleh Ummahnya, juga dialami Nabila. Sama-sama terlibat cinta putra seorang Kiai, memaksa Nabila mengulang kembali sejarah tentang cinta segitiga. Berawal dari saat Nabila Zahira menyantri di pondok pesantren Darrul Qur'an, takdir menuntunnya bertemu Muhammad Bilal Al Zaelani. Putra Kiai tempat ia menyantri. Namun seolah sudah tradisi yang mendarah daging, Bilal dijodohkan dengan anak teman Sang Abah. Perang batin melanda, di saat Nabila harus memilih, mengiyakan niat Bilal memperjuangkan cinta mereka dengan menolak perjodohan tersebut, atau merelakan Bilal untuk Nadira, gadis yang dipilihkan orang tua Bilal yang melainkan adiknya dari Ibu yang berbeda. Namun tetap ada darah yang sama yang mengalir dari seorang Kiai Abdulah. Ayah kandung yang tak pernah lagi hadir dalam hidupnya. Akankah kisah lalu Sang Ummah menjadi kisah di masa depan Nabila? Maju memperjuangkan rasa bersama Bilal, atau mundur seperti Ummahnya dulu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines