Nestapa {TERBIT}

Nestapa {TERBIT}

  • WpView
    Reads 10,371
  • WpVote
    Votes 841
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 10, 2024
"πš“πš’πš”πšŠπš•πšŠπšž πš•πšžπš”πšŠπš—πš’πšŠ πšπšŠπš” πš–πšŠπšž πš‹πšŽπš›πšπšŠπš–πšŠπš’ πšπšŽπš—πšπšŠπš— πš πšŠπš”πšπšž πš–πšŠπš”πšŠ πš‹πš’πšŠπš›πš”πšŠπš—πš•πšŠπš‘ πš•πšžπš”πšŠ πš’πšπšž πš–πšŽπš—πš’πšŠπšπšž πšπšŽπš—πšπšŠπš— πšπš’πš›πš’πš–πšž." ~𝓓𝓱π“ͺ𝓯π“ͺπ“ͺ𝓹𝓾𝓽𝓻𝓲𝓲𝓲 Seorang gadis dengan sejuta luka, hidupnya yang penuh derai air mata, hidup penuh dengan terauma, dan derita. Namanya Putri Nestapa ternyata sama seperti namanya 'Nestapa' yang menggambarkan kehidupannya. β€’β€’β€’ "Se-gak pentingnya kah aku dihidup kalian Pah? Mah? Nesta salah apa sama kalian? JAWAB NESTA!!!" "DIAM KAMU GAK USAH BANYAK OMONG!!!" β€’β€’β€’ "Kak gue pusing," Nesta memegangi kepalanya yang sedari tadi terasa berat dan berkunang-kunang "Gak usah manja!" β€’β€’β€’ "Bian gue dah bisa pulang dari rumah sakit, JEMPUT!" "Gue ada urusan," jawabnya dari seberang sana. "Siska?" "Bukan urusan Lo!" "GUE PACAR LO ABIAN SAPUTRA!!!" "Siska pingsan tadi, dia adek Lo juga kan!" "GAK NANYA!!!" Read. "GUE MINTA JEMPUT ARDAN KALO GAK SAKA AJA," "Dasar caper!" "BIARIN!" β€’β€’β€’ Nestapa juga berhak bahagia! β€’β€’β€’ "Manusia yang ingin merasakan bahagia." ~ Putri Nestapa β€’β€’β€’ "Tak ada rumah untuk pulang, aku kedinginan dan butuh pelukan hangat." ~ Putri Nestapa
All Rights Reserved
#3
pensivol8
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • HUJAN WAKTU ITU
  • Bagaimana hari ini? (END)
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkapβœ”
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Abadinya Kisah Jerrom & Affa
  • WHO ?
  • KOTA BANDUNG & GITA
  • KIARA [End]
  • Naracia teneresia TAMAT

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" β€’ Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. β€’ Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines