We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Mimpi buruk yang menyakiti

Mimpi buruk yang menyakiti

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 6, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
Seorang anak bernama July mengalami mimpi buruk. Setelah bangun, dia berteriak sambil mengusap-ngusap bagian tubuh yang sakit. July merasakan rasa sakit yang dialaminya dalam mimpi itu hadir di dunia nyata, mempengaruhi pikirannya. Apa yang terjadi dalam mimpinya? Mengapa dia mengalami sensasi nyeri di dunia nyata setelah bangun? Apa yang terjadi padanya? Bagaimana July bisa bertahan hidup dengan kondisi yang mengerikan seperti ini?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Susu untuk Bayi Gaib
  • Terjebak 2 Alam [S1 dan S2]
  • Dreemen
  • Help Ghost
  • PERNAHKAH KAU MENCINTAIKU (END DI WEBNOVEL)
  • MATA BATIN KEMBAR
  • Takdir Kalea [Revisi]
  • Real Fantasy? [Completed]
  • susuk

Sebuah kisah gelap tentang ambisi memiliki keturunan. Tini, ibu muda berusia 19 tahun, terpaksa menerima tawaran menjadi ibu susu di rumah Joglo mewah milik Nyonya Arini. Keputusan yang akan mengubah hidupnya selamanya. Di balik kemegahan ukiran kayu jati dan aroma melati yang memabukkan, tersimpan rahasia kelam tentang keluarga ningrat yang terobsesi memiliki keturunan. Saat Tini menyadari bahwa bayi yang harus disusuinya tak seperti bayi pada umumnya, ia sudah terlanjur terikat kontrak mistis yang tak bisa dibatalkan. Kisah horor Jawa ini akan membawa pembaca menyusuri lorong-lorong gelap rumah Joglo, menghadapi pertanyaan mengganggu tentang makna keibuan, dan harga yang harus dibayar untuk memenuhi tuntutan masyarakat akan kehadiran seorang anak. --- "Setiap wanita memiliki lukanya sendiri. Jangan tambah dalam dengan pertanyaan yang tak perlu, kapan punya anak?" Sebuah pengingat bahwa di balik senyum sopan dan jawaban klise "belum rejeki" dari mereka yang belum dikaruniai anak, mungkin tersimpan kepedihan dan pergulatan batin yang tak pernah kita pahami. Novel ini mengajak kita merefleksikan kembali sensitivitas dalam berinteraksi dengan sesama, terutama terkait isu kesuburan dan keibuan yang begitu personal. Dilarang menjiplak, mengambil sebagian scene ataupun membuatnya dalam bentuk tulisan lain ataupun video tanpa izin penulis. Jika melihat novel ini diplagiat, tolong lapor ke Ig/fb: @hayisaaaroon. Terima kasih, selamat membaca, semoga menghibur dan bermanfaat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines