Oh, My Twins!

Oh, My Twins!

  • WpView
    LECTURAS 56,894
  • WpVote
    Votos 5,095
  • WpPart
    Partes 29
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, mar 26, 2026
Gibran tidak pernah menyangka jika dikaruniai adik kembar bisa membuatnya pusing luar biasa. Devanio Arkan dan Devanio Arlan, dua remaja puber yang lahir terpaut beberapa menit itu tak henti membuat kekacauan di hidupnya. Meski kembar identik, keduanya memiliki sifat yang bertolak belakang. Jika Arkan yang lahir lebih dulu cenderung manja, urakan, dan semaunya, Arlan justru sebaliknya. Kekacauan itu bermula saat sang bunda tiba-tiba menitipkan si kembar di rumah Gibran karena kepindahan mereka yang mendadak terkait urusan pekerjaan. Semula Gibran tak keberatan, terlebih kedua adiknya sudah beranjak dewasa. Mereka tidak mungkin lebih merepotkan dibanding saat balita. Namun realita mementahkan mimpi indahnya, karena ternyata si kembar jauh lebih merepotkan dari yang Gibran pikirkan. Lantas, bagaimana Gibran menaklukan kedua adiknya? Sanggupkah Arkan dan Arlan bertahan dalam pengasuhan sang kakak?
Todos los derechos reservados
#59
sicklit
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Vulnere ✔
  • Untuk Arkan [SELESAI]
  • NOTHING
  • Transmigrated as twins
  • Devon [END]
  • Ini Aku, Erlang
  • 3 [ex] Tuan Muda
  • CEO Sombong || End (Remake)
  • 𝗧𝘄𝗶𝗻𝘀 𝗨𝗻𝗶𝘃𝗲𝗿𝘀𝗲
  • How to Say "Goodbye"?✔️

Terlahir serupa, tidak membuat Aaric dan Aaroon memiliki kemampuan dan sifat yang sama. Aaric dengan segala kesempurnaanya, dan Aaroon dengan segala keterbatasannya. Sang kakak yang penuh pujian, dan Aaroon yang penuh dengan cibiran dan hinanaan, bahkan dari Ibu yang melahirkannya. Kehidupannya berubah total, ketika sang kakak yang menjadi kebanggaan orang tuanya, meninggal dalam kecelakaan beberapa bulan lalu. Ia yang penuh keterbatasan dituntut menjadi sempurna layaknya sang Kakak. Kebebasannya terenggut secara paksa, setiap langkahnya bahkan telah diatur sempurna oleh sang Bunda. Mereka tidak pernah memberi Aaron kesempatan untuk memilih dan memperjuangkan mimpinya. Mereka hanya tau, Aaroon harus menjadi seperti apa yang kedua orang tuanya inginkan. Aaric harus rela mengesampingkan keinginannya untuk menjadi seniman hebat agar keinginan ayahnya tercapai, namun apakah ia bisa? Sedangkan kemampuannya tidaklah sehebat kakaknya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido