We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Friend's or Dating

Friend's or Dating

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 12, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Plak!! Satu tamparan ku layangkan pada wajahnya yang mulus itu. Ini kali pertama bagiku berlaku kasar padanya. "Sahabat gak gini Vin! Gak ada sahabat yang berciuman, berpelukan bahkan sampai meniduri sahabatnya sendiri. Bahkan lo selalu posesif dengan gue Vin. " bentak ku dengan suara keras. Kini aku sudah tak dapat menahan diri lagi dan melepas semua sesak yang selama ini di tahan. "Asal loh sadar aja, pacar loh Klara gak pernah loh perlakukan kek gini. Gue bukan mainan loh Vin. Gue juga pengen bahagia." Kutatap mata itu, mata yang selalu membuatku kalah. "Sekarang lo tanya hati loh sendiri! Apa sebenarnya hubungan di antara kita? Friend's or Dating. Atau loh hanya anggap gue sebagai pelacur lo aja." tegas ku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Say You Love Me Too
  • Sakura✔️
  • GALEN (SELESAI)
  • Naughty Nanny
  • Where's Home
  • RAFA(Rain Rafa)
  • Teman Rasa ... (?)
  • Cool Ketos💣[End -- Sudah Terbit]

"Hidup aku berwarna jika ada kamu.. Aku mohon, jangan pergi ya??" Aku melihat sekilas wajahnya yang sendu menatap ku seperti bayi memohon meminta dibelikan mainan. "Gua harus pergi sek... EHH?!" serangan yang sangat tiba tiba, aku terkejut saat ia langsung memelukku erat sembari menangis sesenggukan yang semakin menjadi jadi. "Hah.." Biarlah dia menangis dulu sepuas puasnya dipelukanku, karena usaha yang sia sia juga melepaskan pelukan dari nya. Beberapa detik terjadi keheningan dan tiba tiba pria yang memelukku ini berbicara dengan suara serak nya di telinga ku. "Jangan pergi, kalau Lo ingin menghilang bawa gua juga. Tetapi kalo lo pergi tanpa bawa gua, terpaksa gua buat lo menghilang bersama gua terlebih dahulu" "...." Nita hanya ingin hidup bahagia selepas dari masalah percintaan nya 3 tahun silam. Dia hanya memperkirakan bahwa jika ia tak berjumpa dengan mantan nya itu, Nita akan berhasil melupakannya. Nita dibantu oleh rekan kerjanya untuk membantu melupakan mantan nya dengan memberi dukungan setiap waktu. Namun, mengapa akhir akhir ini Nita merasa perlakuan temannya ini berbeda?? Nita mencoba menggambarkan situasi saat ini namun tak berani bertanya pada pihak temannya. Kalau salah kan malu sendiri, pikir Nita saat itu. Namun, sifat itu semakin di tunjukkan oleh teman Nita saat pertemuan perdana Nita dan mantannya setelah 3 tahun berlalu. Nita tak tau dengan perasaan nya. Dibilang ingin kembali ke mantan nya Nita juga tak mau, lalu juga di sisi lain temannya ini seperti tak mau kehilangan Nita. Diibaratkan melepaskan di luar, menjerat di dalam. #cerita ini tak berkaitan sama sekali dengan kehidupan seseorang, ini asli dari imajinasi author.

More details
WpActionLinkContent Guidelines