We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Mafia's Slave | Budak Sang Mafia

The Mafia's Slave | Budak Sang Mafia

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 31, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Lucuti pakaiannya!" Theonard menggeram pelan. Menyuruh bawahannya untuk menanggalkan gaun yang dipakai putri tunggal dari keluarga Archie yang telah hancur itu. "Mulai sekarang, kau bukan lagi Tuan Putri yang dituruti segalanya. Kau adalah pelayanku, budakku. Apapun yang aku katakan, kau harus mematuhi dan melayani dengan sepenuh hati. Apa kau mengerti?" Menggigit bibir bawah untuk menahan isakan yang hendak keluar, Revel mengangguk. "Y-ya, Tuan." *** Theonard Tedjanegara, seorang pewaris utama seluruh bisnis keluarga Tedjanegara mengalami kecelakaan ketika hendak menjalankan kerjasama dengan taipan dari China. Babak belur dan hilang ingatan. Begitu terbangun, dia dipermainkan oleh keluarga Archie. Theonard adalah budak, itu kata mereka. Dia diberi identitas baru, namun hak dan kebebasannya dilenyapkan hingga Theonard tak lebih buruk daripada anjing liar yang menjijikkan. Hanya Revel Queensy Archie yang memperlakukannya dengan baik. Tapi, tetap saja, Revel tak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan Theonard karena dia hanya perempuan. Lima tahun kemudian, setelah ingatannya kembali dan dia ditemukan oleh kakeknya, Theonard balas dendam. Dia menghancurkan seluruh keluarga Archie hingga tiada yang tersisa. Theonard juga membunuh kedua orang tua Revel didepan mata perempuan itu, tidak peduli walau Revel memohon-mohon padanya. Tapi Theonard masih memiliki rasa 'belas kasih'. Untuk Revel, dia memberikan kesempatan hidup pada perempuan itu. Theonard tidak membunuhnya. Namun karena Revel masih menyandang nama Archie, maka Theonard tidak akan memberikan kebebasan pada perempuan itu. Nyawanya masih ada, tapi selamanya Revel adalah budak dan pelayan pribadi Theonard Tedjanegara. "Datang dan tunjukkan padaku bahwa kau menginginkanku untuk menghujammu, Tuan Putri."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mysterious Girl
  • The Pain of Love
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • RANADA ☑️
  • How to Wake Your Prince Charming
  • Mafia. J.
  • Blood and Silence

Menceritakan Kisah Seorang Jane Hillary Jonshon Gadis yang mengalami masa-masa yang kelam dengan Sejuta Ke Misteriusan dan Berjuta-juta teka-teki dalam Hidupnya. Hinaan, Cacian dan Makian sudah menjadi Makanan Sehari-harinya Dipandang rendah oleh Seluruh Mata yang Memandang, mentalnya hancur apalagi fisiknya ia nyaris Gila dibuatnya, Ia ada hanya saja keadaanya tidak pernah dianggap oleh Keluarganya, Seluruh Semesta Mengutuk Akan Kehadirannya Dianggap Jalang oleh Keluarganya sendiri, hampir dilecehkan oleh orang yang tidak dikenal ditambah hampir dilecehkan oleh Daddynya sendiri, Dibenci oleh Adeknya dan di Pandang Rendah oleh Seluruh Keluarga Besarnya Di Siksa oleh Mommynya sendiri, Sekujur tubuhnya memiliki Luka-luka dan memar-memar dan Sang Pelakunya adalah Mommynya sendiri. Tidak hanya sampai di situ Kesialan yang Ia alami, Ia Dijual oleh Kedua Orangtuanya dan Ia juga Dijadikan Taruhan oleh Mantan Pacarnya Sendiri Sungguh Gila Bukan? Kesalahpahaman yang Terus Berlanjut tanpa adanya Titik Kebenaran. Satu hal yang Paling Ia Sesali, Ia Menyesal Karena Ia Pernah Baik, Yaps Maybe hanya Jane lah yang Menyesal karena Melakukan Hal Baik jelas ia Menyesal Karena Kebaikannya yang Membawa Dirinya masuk kedalam Gerbang Kesengsaraan, Jane Dipandang Layaknya Tokoh Antagonis dalam Dongeng sedangkan Anna dipandang Layaknya Seorang Protagonis yang dipuja-puja Nyatanya Anna lah Antagonis yang Sesungguhnya hanya saja Orang-orang tak Menyadarinya Akhir hidupnya yang Menyedihkan dan Begitu Tragis tak ada yang tau dibalik Kematiannya, Satu hal yang harus kalian tau Sang Pelaku Tertawa dan Merasa Bahagia atas Kematiannya. Tubuhnya Ambruk dari Tingginya Gedung Kampus disaksikan Ribuan Orang, Orang-orang Mengira Ia Membunuh Dirinya Sendiri dengan Melompat dari Rooftop Kampus Nyatanya Semuanya tak Sesederhana yang dibayangkan, Tak ada Penyesalan dalam Hidupnya karena ia pun sudah lelah menghadapi segalanya. End~ Story By Jane

More details
WpActionLinkContent Guidelines