Dia Jonathan

Dia Jonathan

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 8, 2024
Surakarta 11 juli 2022, Tempat di mana aku pertama kali melihat wajahmu. Paras rupawanmu sangat mengikat siapapun yang melihat, entahlah apa yang ad pada pikiranku saat itu hingga aku tak sengaja menaruh hati padamu. Tak ada yang tau pada hari itu, karena pada hari itu juga adalah hari yang spesial bagiku. Karena pada hari itu aku masuk ke Sekolah Menengah Atas dan pada hari itu pula aku menemukanmu cinta pertamaku. ______________________________ Halooo Caca kembali dengan cerita baru, • • • • • • • • • • • • • • YANG NGGAK VOTE RUMAHNYA DI DATENGIN KAK GEM.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Luka Yang Tak Terobati [TERBIT]
  • Rain and Winter [COMPLETED]
  • Hai, Selesai.
  • F A K E ? [End]
  • Kokolala Love (TAMAT)
  • Diriku Adalah Diriku [END]
  • Finding Daddy (END)
  • ELVARETTA 1993
  • Oh My Captain
  • FUTURUM Love - Yang jungwon [END]

[JUARA 2 FESTIVAL MENULIS NOVEL Season 5 FAZA CITRA PRODUCTION] 🕊 Ia datang, hadir di dalam kehidupannya di antara kabut yang menyelimuti dan dinginnya malam yang menggigit. Bagi Firmansyah, seorang internis yang kehilangan cahayanya semenjak dua tahun lalu, Nisa adalah bintang kejora dari banyaknya bintang-bintang yang menggantung di atas cakrawala tiap malamnya. Dan, bagi Nisa, dipertemukan Firmansyah adalah obat yang paling ampuh di tengah sakitnya yang kerap kali mendera. Menekuk tubuhnya. Namun, siapa sangka, keduanya harus dihadapkan dengan seorang wanita yang pandai bersandiwara di depan kamera, tapi tajam menancapkan sebilah pisau di belakang layar. Ini tentang cinta yang memilih untuk menetap meski pemilik hatinya telah pergi, tentang detak yang tetap dijaga, meski janatungnya tak lagi berdetak di pelukan yang sama. Hingga senja di suatu sore yang menenggelamkan cahaya meninggalkan tanya, "Masih bisakah cinta pulang, bila rumahya tak lagi ada?" (ROMANCE-MEDIC) 🌷🌷🌷 "Dia rumah, kuakui memang tidak sempurna. Jiwanya berteriak di atas ketidakberdayaan tubuhnya, lisannya selalu tertahan kala menyuarakan keadilan. Tapi, bersamanya tangisanku luruh di dalamnya." ©gardeniaja_

More details
WpActionLinkContent Guidelines