Zahra Synclair
Tak secantik Mawar, tak sewangi Melati, tak seindah Lily, dan tak seabadi Edelweis. Tapi apa kau tau? Meski Dandelion tampak seperti bunga yang rapuh, namun ia bisa tumbuh ditengah-tengah tanaman liar, walau harus melewati celah batu sekalipun. Dan saat kelopak bunganya luruh satu-persatu dihempaskan angin, saat itu pula kamu tidak bisa berharap dia akan kembali. Persis seperti cinta pertamaku. Yang kandas hanya dengan hitungan bulan, menyisakan duka, luka dan trauma yang teramat menyiksa. Aku yang seperti ini, masih bisa kah menerima cinta yang baru?
Ammar Bima Bachtiar.
Sebelum bertemu dengannya, hidupku terasa membosankan. Aku seakan jenuh dengan segala rutinitas ku yang berulang secara konstan setiap harinya. Tapi, hidupku seketika berubah setelah ia masuk dan resmi menjadi mahasiswiku. Tiada hari yang ku lalui tanpa berdebat dengannya. Sampai suatu waktu, disaat kami berdebat, mata kami saling bersitatap. Namun berbeda dari biasanya, kali itu jantungku berdegub kencang. Setelah itu, otakku selalu berpikir dan membayangkan wajahnya setiap saat, setiap waktu. Apakah itu cinta? Bila memang benar, dan jika ia mengetahuinya, apakah cinta ini dapat bersambut?
Hai pembaca kisah Ammar-Ara from story "Me + You = OurLove"!!!!
dikarenakan ada satu dan lain hal, aku sempat tidak bisa melanjutkan cerita ini sampai ending. Novel ini secara garis besar masih sama, hanya saja aku merubahnya sedikit dibeberapa bagian, terutama pada judul dan alur cerita agar lebih mudah dimengerti. Sampai disini saja, and happy reading! 😉
Ganti judul dari Cinta Tanpa Jarak
-Rendra Atha Pratama
Dijodohkan? Itu bukan keinginanku. Apalagi, mengingat akan masa laluku yang kelam.
-Lila Avanda Kristanto
Dijodohkan? Itu bukan keinginanku. Apalagi, mengingat akan usiaku yang masih sangat belia.
Apa jadinya jika kedua pasangan sama konvensi ini saling terikat oleh tali perjodohan karena orang tua mereka.
Dan, apa jadinya jika kedua pasangan ini saling terpaut hati saat pertama kali mereka bertatap muka.
Memiliki banyak kesamaan akan kegemaran dan kecenderungan justru mempermudah mereka untuk mengundang ketertarikan.
Awal kisah pernikahan mereka baik-baik saja. Sampai akhirnya, karena alasan tertentu Lila berucap untuk pergi meninggalkan Rendra.
"Jadi semuanya kamu anggap apa selama ini?" sedikit berteriak. "Nggak. Kamu nggak boleh pergi!"
Tersentak. "Kenapa? Mas, tolong ngertiin aku, Mas!" Lila tak dapat membendung air matanya.
"Dari dulu aku ngertiin kamu, La tapi kamu nggak pernah ngertiin aku," terang Rendra.
Dari sinilah takdir berperan.
Berhasilkah Lila pergi mewujudkan keinginannya itu? Atau berhasilkah Rendra mencegahnya?
Langsung tekan tombol Baca diatas...
#Ini karangan cerita hasil pemikiran author sendiri, ya! Jika ada persamaan tokoh dan kejadian, itu hanyalah suatu ketidaksengajaan.