Sisa Ruang_

Sisa Ruang_

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 11, 2024
WpInfo
Non-Fiction
Karya ini adalah sebuah cerpen yang mengangkat tentang kekeluargaan. Ditulis berdasarkan ide murni pengarang. Sisa Ruang_ Mungkin, aku tak lagi menjumpai ruangan yang aku inginkan serta ku bayangkan untukku singgahi sebagai tempat pulang paling nyaman. Sebab yang ada hanya sisa ruang dimana aku perlu beradaptasi kembali dengan suasannya. "Lintang mau punya Adek loh." Ibu memberikan kejutan dihari ulang tahun Lintang yang ke 12 tahun. Namun, tampaknya Lintang tak menyukainya sebab dia merasa kedudukannya sebagai anak bungsu akan tergantikan begitupun dengan kasih sayang Ibu kepadanya. "Lintang kenapa cemberut gitu? Harusnya Lintang seneng karena mau punya Adek. Nanti kan Lintang engga bakal kesepian lagi," tutur Ibu. Lintang kecil memeluk Ibunya, lalu membalas."Lintang engga bahagia punya Adik, Lintang takut Ibu engga bakal ngemanjain Lintang lagi." Ibu mengelus-elus pucuk kepala Lintang."Siapa yang bilang begitu? Lintang tetap anak kesayangan Ibu cah ayu. Kedudukan Lintang dihati Ibu tetap sama kaya anak-anak yang lain." "Ibu janji?" "Iya Nduk, Ibu janji."
All Rights Reserved
#113
lukabatin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lubuk Aksara
  • Salah Target [Unpublish]
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Kami yang Berdosa
  • ALRIN
  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • SAYANG
  • Suamiku Amnesia (REPOST)

WARNING!!! BELUM REVISI Airin merupakan wanita berumur kepala tiga yang berstatus lajang. Ketika teman-teman sudah memiliki buntut dia masih betah sendiri, menikmati masa sendirian. Dia bekerja di sebuah penerbit buku yang lumayan besar di kotanya. Dia hidup berdua dengan sang ibu sehingga dia memilki kesan yang cukup cuek dan juga tidak perduli dengan sekitar. Tinggal di ibu kota membuat dia juga semakin membatasi diri dengan lingkungan yang lain. Airin betah melajang di umur kepala tiga dan itu membuat ibunya sakit kepala yang luar biasa. "Mu sampai kapan, kamu tetap akan melajang?" aku menghela nafas dengan kasar sembari meneruskan satu persatu kata yang mulai ku tulis. "Nanti Bu." jawabku dengan mengetik kembali tulisan yang apa yang aku sudah pikirkan. "Kau bukan remaja lagi, tapi kau sudah dewasa. Jangan terpuruk itu sudah lama tapi kamu masih berada di lingkaran setan terus menerus?" aku terdiam sejenak lalu tetap melanjutkan setiap kata yang terpikirkan olehku dan menghiraukan ucapan dari Ibuku. Itulah perdebatan antara anak dan Ibu yang selalu menanyakan, "kapan aku menikah," dan juga "kapan aku bisa bangkit dari masa lalu yang kelam?" Aku benci pertanyaan itu, jika yang bertanya bukan Ibuku pasti aku ku lempar menggunakan sepatuku. Andaikan Ibu tahu bahwa sejak itu pula aku membenci lelaki dan juga aku sangat malas dekat dengannya. 24-02-2024 Berondong 8/585 10-03-2024 Pendek 11)4,6 ribu

More details
WpActionLinkContent Guidelines