Bahkan, Luka pun menginginkan Sembuh

Bahkan, Luka pun menginginkan Sembuh

  • WpView
    LECTURES 29
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., mars 7, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Sejatinya, kata sembuh tidak akan pernah terbentuk tanpa adanya luka terlebih dulu. Barangkali terombang-ambing, merasa tak tentu arah, atau bahkan sempat ingin menyerah. Semua itu, tak mengapa sebab menuju sembuh memanglah tidak mudah. Sama hal nya dengan gadis cantik yang memiliki lesung di pipi kirinya, Arsyifa Nameela. Ia terdiam cukup lama dengan pikiran yang nampak kosong. Di dalam genggaman tangannya terdapat selembar foto. Lirih kecil terdengar, "Ya Rabb, tidak mengapa cinta yang lalu meninggalkan sebuah luka. Tapi, bolehkah cinta yang kali ini aku menangkan?" _________________________________________ Bahkan, Luka pun menginginkan Sembuh cover by Canva 🪄
Tous Droits Réservés
#268
brokenheart
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • Naura & Lukanya
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • ARGA
  • "Gracella dan Luka yang Tak pernah Dijawab"
  • TRAUMA
  • You Are Mine [Terbit]
  • Halaqah Rasa
  • Nathalea

"Anak hebat Ayah, kalau sudah besar mau jadi apa?" Suara itu masih terngiang di kepala Syela, lembut dan penuh kasih sayang. Malam itu, ia masih berusia enam tahun, duduk di pangkuan ayahnya yang selalu wangi dengan aroma buku dan kopi. "Dokter, Ayah. Supaya Syela bisa menyembuhkan orang-orang dan membantu banyak orang," jawabnya dengan penuh semangat. Ayahnya tertawa kecil, mengusap kepalanya dengan penuh kebanggaan. "Syela janji ya, suatu hari nanti akan jadi dokter hebat? Ayah janji akan selalu menuntun langkah Syela sampai impian itu terwujud." "Iya, Ayah! Syela janji! Terima kasih, Ayah. Syela sayang Ayah, sampai kapanpun." Janji itu terdengar begitu nyata, seolah hanya terjadi kemarin. Tapi kini, bertahun-tahun setelahnya, Syela hanya bisa menatap kosong ke langit-langit kamar. Ayah tidak lagi di sini. Janji itu, yang dulu terdengar seperti kepastian, kini hanya tinggal kenangan yang menggantung di dara. Syela menarik napas panjang, meremas ujung selimutnya. Sudah bertahun-tahun sejak ia kehilangan sosok yang paling ia cintai. Tapi luka itu tak pernah benar-benar sembuh. "Mana janji Ayah yang akan menuntun langkah Syela?" baca selengkap nya ya! @ssabrinena @syelas.story

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu