We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Once upon a time

Once upon a time

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 10, 2024
WpInfo
Non-Fiction
Mungkin hanya sebatas kenangan saja yang penulis abadikan melewati cerita ini. Cerita ini 100% realita yang dialami penulis dan juga setiap kenangan yang dilalui di masa lalu. Mungkin jika aku tidak berkuliah di kampus itu, aku mungkin tidak bertemu denganmu. Di saat acara orientasi kampus dan kita menjadi satu kelompok untuk melaksanakan ospek. Mungkin jika kita ditakdirkan untuk satu keyakinan, aku rasa cerita ini tidak akan tuntas dan berakhir dengan penyesalan yang kita sendiri tidak tau harus menyalahkan siapa. Tuhanmu, atau Tuhanku. Aku rasa, kita masih menyimpan rasa tersendiri di hati masing-masing walaupun tuhan menentang kita bersama. Kita berbeda keyakinan, itulah pemisah kita. Aku hanyalah seorang manusia yang kebetulan menyukai seni, menurutku kenangan bersamamu adalah seni dan kuabadikan melewati cerita ini.
All Rights Reserved
#712
islam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SELESAI (Say Goodbye)
  • ELBITHARA
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • Me Or Your Religion
  • Back To School{juni}
  • My Destiny (Complete)
  • Haven After Storm
  • Between Us
  • PERBEDAAN
  • You&I

Izinkan aku mengungkap sesuatu hal yang menurutku penting, izinkan aku mengungkapnya untuk yang terakhir kali. Rasanya berat jikalau harus melupakan orang yang dulu selalu bersama kita, setelah semua yang kita lewati bersama, tapi apa boleh jika takdir tidak berpihak sama kita. Aku terlalu berlebihan mempunyai rasa yang lebih dari teman tapi kamu harus tau semua perhatian yang kamu beri itu menumbuhkan rasa yang lebih dari pada seorang teman, dan harapan aku sangat besar tentang perasaan kamu. Untuk yang terakhir kali dan semoga ini yang terakhir dan tidak ada lagi sosok aku dihidup kamu, maafkan aku telah menyukaimu lebih dari seorang teman, kenal kamu itu adalah sebuah anugrah disaat aku sudah tidak mau mengenal cinta lagi tapi kamu datang sebagai teman yang memberikan harapan lebih ke padaku. Rasanya campur aduk antara berterimakasih karena kamu datang atau maaf karena aku berlebihan, dengan melihat kamu yang sekarang bahagia diluar sana aku ikut senang. Jikalau suatu saat nanti kamu sudah bertemu dengan yang lebih sempurna taruhlah aku dibagian kecil ingatanmu, jadikan aku sebagai sejarah yang sering kamu pelajari setiap harinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines