Sweet Dreams, Dahlia. ||NEW||

Sweet Dreams, Dahlia. ||NEW||

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 15, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
[Disclaimer : berusaha update serajin2nya, masih pemula puh 🙏 ] [WARNING ⚠ : 15+, terinspirasi dari Goodnight Punpun/Oyasumi Punpun, kata kasar, topik seputar gangguan jiwa, dan hal-hal ga nyaman lainnya, pls proceed with caution ‼️] Di pagi yang pucat, Dahlia diam di dalam mobilnya dengan ekspresi kosong sambil melihat ke jendela. Dia dan keluarganya akan pindah ke Amsterdam, Belanda. Dan mereka akan tiba di bandara sebentar lagi. Tetapi Dahlia hanya bisa memikirkan tentang mimpinya semalam, di mana dia melihat seorang pria menawan yang sedang tidur di kasur beralaskan satin. Pria itu sering muncul dalam mimpinya, dia bertanya-tanya siapa dia, atau mengapa dia muncul. Dan juga mengapa dia begitu baik terhadapnya. "Heh, bengong mulu, seneng dikit ngapa. Turun, udah nyampe nih." Ibunya menyuruh sambil turun dari mobil. Ah, terserahlah. Mereka sudah sampai di bandara sekarang, dia seharusnya bergembira dengan keberangkatannya dan tidak memikirkan hal-hal yang tidak penting. Kehidupannya mulai lagi dari sini. Mungkin, dia akhirnya bisa meninggalkan jejak masa lalunya.
All Rights Reserved
#161
mimpi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • Strange Dream [Selesai]
  • Bersamamu
  • DASAR, LAUT!! [ON GOING]
  • DAKSA [END]
  • DILARA ( SUDAH TERBIT )
  • Shadows of the Main Story
  • GALTHAR
  • Hai, Selesai.

Hidup adalah panggung, dan setiap orang mengenakan topeng. Beberapa topeng begitu sempurna hingga bahkan pemakainya lupa wajah aslinya. Tawa bisa menjadi tirai, senyum bisa menjadi ilusi, dan kata-kata "Aku baik-baik saja" bisa menjadi kebohongan yang paling menyakitkan. Ini adalah kisah tentang seseorang yang menjalani hari-hari seperti biasa, seperti semua orang lainnya. Ia tertawa bersama teman-temannya, membantu keluarganya, mengisi waktunya dengan hobi, dan menjalani hidup seperti yang seharusnya. Tapi di balik semua itu, ada kehampaan yang tak terjelaskan, ada luka yang tak terlihat, ada pertanyaan yang tak pernah terjawab. Bagaimana rasanya hidup tanpa benar-benar merasa hidup? Bagaimana rasanya berjalan di dunia ini, tetapi tidak pernah benar-benar berpijak? Dan bagaimana jika, suatu hari, semuanya terasa terlalu berat untuk dilanjutkan? "Biarlah" bukan hanya sebuah cerita. Ini adalah perjalanan di antara cahaya dan kegelapan, kebahagiaan yang palsu dan kesedihan yang nyata, antara eksistensi dan kehampaan. Ini adalah kisah yang mungkin terlalu dekat dengan kenyataan-dan mungkin, terlalu sulit untuk diabaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines