Our Valentines

Our Valentines

  • WpView
    Reads 1,464
  • WpVote
    Votes 132
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 15, 2024
Ketika semesta selalu mempertemukan dua orang yang sedang berusaha saling melupakan. *** Trisha dan Javier memutuskan berpisah setelah tiga tahun menjalin kasih. Setelah kisah yang penuh kenangan, kini mereka harus menghadapi hari-hari setelah perpisahan. Bukannya segara move on dan mencari pengganti, keduanya justru selalu saja bertemu secara tak terduga. Rasa cinta yang masih tersisa jadi dilema keduanya. Namun kembali bersama hanya akan menimbulkan luka lama. Cinta dan gengsi jadi pertimbangan sulit keduanya. Karena katanya, kembali pada mantan ibaratnya membaca buku yang sama dua kali. Endingnya tetap sama. Tapi yang mereka tidak tahu, bisa saja ketika kita membaca buku tersebut dua kali, ada kata-kata yang mungkin sebelumnya kita lewatkan atau tidak terbaca dan menjadi pelajaran berharga untuk saling mencinta.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Echoes Of Goodbye (END)
  • We(Broken)Up
  • Awas Kalau Selingkuh Lagi ✔
  • Maybe We Need Time
  • LUKA
  •             Between Me You And Her
  • Break up: Jaemin [Revisi]
  • 10 Days To A New Beginning
  • Why Did You Choose It?
  • break up and get back together

Sembuh bukan tentang menemukan cinta baru, bukan pula tentang melupakan jejak yang pernah tertinggal. Sembuh adalah seni merangkul luka tanpa membiarkannya menguasai, membiarkan kenangan tetap ada tanpa menjadikannya belenggu. Bukan proses yang bisa kupaksa atau percepat, melainkan perjalanan sunyi yang penuh riak-riak ingatan-tentang tawa yang dulu menghangatkan, tentang janji-janji yang kini hanya gema di lorong waktu. Aku tahu, kamu pernah menjadi rumah, tempatku pulang tanpa ragu. Namun, rumah itu kini hanya bayangan, berdinding sunyi dan berisi ruang-ruang kosong yang tak lagi menyambutku. Aku tidak ingin menghapus setiap memori, karena bagiku, kenangan adalah musim yang datang dan pergi-tak perlu diusir, hanya perlu diterima. Maka aku memilih berjalan, bukan untuk meninggalkan, tapi untuk melangkah dengan luka yang sudah kujinakkan, dengan hati yang tidak lagi mencari, tapi mengerti bahwa tidak semua yang hilang harus ditemukan kembali. -Sharfina

More details
WpActionLinkContent Guidelines