Silent Hearts, Broken Dreams

Silent Hearts, Broken Dreams

  • WpView
    LECTURAS 9
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, nov 24, 2025
WpInfo
Fanfic
Bella Hadid
Dulu, Arin, Haemin, dan Seojin hanyalah tiga remaja yang sering duduk di atap sekolah, memandangi langit sambil bercerita tentang mimpi mereka. Haemin ingin menjadi aktor yang dicintai dunia. Seojin ingin membangun brand makeup terbesar di negeri ini. Dan Arin... ingin berjalan di runway seperti Bella Hadid-berdiri di panggung yang penuh cahaya. Dua dari mimpi itu terkabul. Satu mimpi lainnya... hancur sebelum sempat terbang. Kini, Haemin adalah aktor papan atas. Seojin adalah CEO muda yang disegani. Dan Arin bekerja sebagai barista di kafe kecil, menghidupi keluarganya yang terbelit masalah dan kondisi. Yang Arin tidak tahu adalah- dua sahabat masa kecilnya itu mencintainya dalam diam. Selama bertahun-tahun. Dan ketika mereka bertiga kembali dipertemukan di dunia nyata yang berbeda... rasa yang tidak pernah terucap mulai retak. Kecemburuan tumbuh diam-diam. Persahabatan perlahan berubah bentuk. Di antara cahaya lampu panggung, kemewahan, dan kehidupan Arin yang sederhana- ada tiga hati yang terluka oleh mimpi yang tak pernah kesampaian... dan cinta yang tak pernah diucapkan.
Todos los derechos reservados
#226
secretlove
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain [END]

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido