Terlena Di Antara Kabut

Terlena Di Antara Kabut

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Thu, Feb 8, 2024
Cerita tersebut bercerita tentang seorang perempuan bernama Luna yang kehilangan sahabat terbaiknya, Mia. Luna adalah seorang seniman pelukis yang sangat berbakat dan selalu bekerja di studio yang menjadi tempatnya untuk mengekspresikan dirinya. Namun setelah kematian Mia, Luna kesulitan menyelesaikan setiap karya seninya dan merasa kesedihan yang mendalam akibat dari kehilangan sahabatnya. Luna bertekad untuk menemukan kembali semangatnya dengan bepergian ke tempat-tempat mendapatkan inspirasi dan bertemu dengan orang-orang yang mempunyai cerita yang menarik. Namun, sesampainya di studio, dia menemukan sebuah kotak yang ternyata berisi pesan terakhir dari Mia untuknya. Hal ini kemudian menginspirasi Luna untuk menyelesaikan sebuah lukisan untuk mengenang Mia. Dengan twist cerita, Luna menemukan sebuah kejutan dari Mia yang membuatnya terkejut dan terharu. Semua hal yang didapat Luna selama perjalanannya dan pesan terakhir Mia membantunya untuk meneruskan hidupnya dan merangkul kebahagiaan dalam kesedihannya. Dengan plot twist, cerita ini menghadirkan sentimen yang kuat tentang kehilangan dan cinta, serta bagaimana seni bisa menjadi sarana untuk mengatasi kesulitan dan memulihkan semangat hidup.
All Rights Reserved
#242
pengembangandiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat untuk lunar
  • "Ruang Kosong"
  • PESTA SUNYI (TERBIT)
  • Kanvas Merah
  • Mengenal Diri, Mencari Tujuan
  • Dunia Alana
  • cerita diatas kanvas
  • Berbahagialah Dengan Rumah Barumu
  • Bad Boy In Love (ON RE-PUBLISH PROCESS)
  • Dear Ex Ceo (GitShan)  S1

Lunar Zea, perempuan muda yang tumbuh dengan beban besar sebagai anak bungsu dan tulang punggung keluarga. Dibesarkan dalam lingkungan yang penuh tekanan, ia selalu merasa harus memenuhi harapan orang lain. Meskipun terlihat ceria dan mudah bergaul, Lunar menyimpan kecemasan dan rasa takut yang belum ia pahami. Pada usia 19 tahun, setelah selesai menjalankan tugas sebagai ketua organisasi pelajar di desanya, Lunar memutuskan untuk merantau ke Jakarta, mencari peluang baru. Namun, perjalanan yang dimulai dengan harapan itu justru membawa Lunar pada pelarian yang salah-sebuah jalan yang memunculkan trauma, depresi, dan gangguan kecemasan. Melalui surat yang ditulisnya untuk diri sendiri di masa lalu, Lunar mencatat pertempuran dengan bayang-bayang masa lalu dan proses belajar menerima dirinya setelah segala perasaan yang tak terduga. Kisah ini menggambarkan bagaimana Lunar akhirnya belajar untuk melepaskan beban yang selama ini ia pikul dan berdamai dengan dirinya sendiri

More details
WpActionLinkContent Guidelines