Lunar Zea, perempuan muda yang tumbuh dengan beban besar sebagai anak bungsu dan tulang punggung keluarga. Dibesarkan dalam lingkungan yang penuh tekanan, ia selalu merasa harus memenuhi harapan orang lain. Meskipun terlihat ceria dan mudah bergaul, Lunar menyimpan kecemasan dan rasa takut yang belum ia pahami. Pada usia 19 tahun, setelah selesai menjalankan tugas sebagai ketua organisasi pelajar di desanya, Lunar memutuskan untuk merantau ke Jakarta, mencari peluang baru. Namun, perjalanan yang dimulai dengan harapan itu justru membawa Lunar pada pelarian yang salah-sebuah jalan yang memunculkan trauma, depresi, dan gangguan kecemasan. Melalui surat yang ditulisnya untuk diri sendiri di masa lalu, Lunar mencatat pertempuran dengan bayang-bayang masa lalu dan proses belajar menerima dirinya setelah segala perasaan yang tak terduga. Kisah ini menggambarkan bagaimana Lunar akhirnya belajar untuk melepaskan beban yang selama ini ia pikul dan berdamai dengan dirinya sendiri
More details