My Big Boss

My Big Boss

  • WpView
    LETTURE 1,090
  • WpVote
    Voti 16
  • WpPart
    Parti 6
WpMetadataReadPer adultiCompleta ven, dic 12, 2025
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Putus cinta memang menyakitkan, move on apalagi. Ditengah kegalauan seorang Aurora Pevita, gadis itu memilih untuk merantau ke ibu kota. Bermodalkan tekad dan selembar ijazah strata 1 nya, Aurora memilih kota Jakarta untuk menjadi tempat tujuannya mengumpulkan pundi-pundi rupiah yang kelak akan menjadikannya orang sukses. Itu tekadnya! Dua bulan bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang platform belanja online, Aurora sedikit demi sedikit sudah bisa melupakan kisah percintaannya yang berakhir dengan tragis. Namun di bulan berikutnya, kejadian naas malah menimpanya ketika dia tidak sengaja menumpahkan segelas kopi pada seseorang yang paling berpengaruh di perusahaan tempat dia bekerja. Salahkan kecerobohannya karena terlalu asik bergosip ria sampai-sampai dia tidak sadar menabrak orang itu. "Kamu!" "Ya ampun! Maafkan saya pak. Saya tidak sengaja." "Kamu kalau mau cari perhatian sama saya, jangan pake cara murahan!" Untuk pertama kalinya seorang Aurora bertemu dengan pria yang tingkat kepedeannya melebihi batas. Bukannya merasa bersalah dengan kejadian itu, Aurora malah merasa kesal dan berjanji akan memblacklist pria itu di dalam daftar 'Cowok Impian Aurora'. Meskipun pria itu adalah atasannya sendiri. Benarkah Aurora akan memblacklist sang big boss dari cowok impiannya, atau malah jatuh ke pesona bos nya sendiri? Dengan kata lain, menjilat ludah sendiri. *** JANGAN LUPA FOLLOW, VOTE, and COMMENT!!!
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • MENIKAH KARNA DENDAM (COMPLETED)
  • Naya Arjuna
  • One Last Night
  • Sekretaris Cantik Penakluk Hati
  • FAT(E) LOVE
  • My, Oh My! [END]
  • Bos muda
  • The CEO's Obsession

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti