SWEET NINETEEN ( 19 )

SWEET NINETEEN ( 19 )

  • WpView
    Reads 407
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Apr 1, 2015
" Whatttt..... perjodohan , gak ma Nadilla gak mau di jodohin titik . " jawab Nadilla kepada papa nya " tapi Nadilla kamu harus mau , kalo kamu gak mau papa dan mama gak akan nganggap kamu sebagai anak papa & mama lagi , do you understand Nadilla ! " ujar papa nadilla dengan tegas dan penuh penekanan Nadilla pun langsung pergi ke kamar meninggalkan papa nya . " apaan sihh mama sama papa maen jodoh-jodohin aku sama orang yang gak aku kenal . arghhhh..... " omel Nadilla di dalam kamar Keesokan Harinya.... " Ndilla bangun udah pagi " ucap mama Nadilla " 15 minutes lagi ma aku masih ngantuk banget " ucap Nadilla yang masih mengantuk " kamu tuh perempuan gak boleh bangun siang nadilla , sekarang itu udah jam 08.00 WIB ayooo bangun nadilla !kalo kamu gak bangun mama seret ke kamar mandi nih " ucap mama memperingati nadilla " iya ma iya nadilla bangun nihh... " akhirnya nadilla pun bangun dan langsung bergegas ke kamar mandi .
All Rights Reserved
#296
lovelife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nearby Relations
  • Pengganti  [END]
  • Bersamamu
  • Aksara Lingga
  • Aku Adalah Lukamu
  • Kisah Yang Tak Berakhir
  • Regards, Natashira (END)
  • My Sweet heart

Nadine pikir hidupnya sudah cukup berantakan. Baru saja dikhianati orang yang paling dia perjuangkan - David. Pacar yang selama ini dia bela mati-matian di hadapan orang tuanya. Melawan larangan, berdebat tanpa henti, jadi anak paling keras kepala di rumah, semua itu berujung sia-sia. David justru berpaling diam-diam. Belum sempat membereskan lukanya, Nadine dihadapkan pada kejutan lain. Ibunya mengenalkan seseorang. Calon jodoh pilihan keluarga. Dan orang itu... Narendra. Tetangganya sendiri. Yang seumur-umur paling cuma di sapa waktu lebaran doang. --- Narendra datang dengan hidupnya sendiri. Baru pulang dari Jepang, fokus utamanya sederhana: kerja, bangun karier, hidup tenang. Tapi baru juga adaptasi di Jakarta, ibunya sudah datang dengan misi lain: menikah. Dan nama calonnya... Nadine. Anak bawel yang dulu cuma lewat-lewat di depan rumahnya doang. Narendra bisa saja menolak. Tapi bukannya langsung menentang keluarga, dia justru menawarkan sesuatu pada Nadine. Sebuah kesepakatan. Rencananya sederhana: Jalanin aja dulu, kalau memang tidak cocok, keduanya bisa mundur tanpa beban. Dengan alasan yang logis - sudah mencoba, tapi tidak berhasil. Terdengar mudah. Sampai keduanya mulai menyadari... justru bagian paling sulit dari semuanya adalah menahan hati agar tidak benar-benar jatuh. Karena ternyata, perasaan nggak pernah sesederhana itu. "Katanya cuma kesepakatan. Kok malah kayak pacaran beneran?" -------------------------------------------------------- ©Nmikasa2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines