Indestructible

Indestructible

  • WpView
    Reads 6,538
  • WpVote
    Votes 1,296
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 24, 2025
# a snowsun fan fiction Asmara Isha; mahasiswa Psikologi semester sembilan yang sedang sibuk menyusun skripsi. Di saat banyak teman seangkatannya yang sudah lulus terlebih dahulu, Mara masih sibuk berkutat dengan skripsi yang tak kunjung usai. Sedang pusing-pusingnya mengurusi masalah skripsi, malah muncul masalah lain-orang tuanya memberi kabar bahwa mereka bercerai; yang membuat Mara makin tambah pusing. Sampai suatu ketika Mara bertemu seorang laki-laki yang memberinya sapu tangan sebab laki-laki itu melihatnya menangis di halte kampus. Belum sempat berterimakasih, laki-laki itu sudah keburu pergi, membuat Mara bertanya-tanya; akankah dia diberi kesempatan untuk bertemu lagi dengan laki-laki itu? Sekadar untuk mengucapkan terimakasih atau mengembalikan sapu tangan yang diberikannya.
All Rights Reserved
#13
treaspa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unwelcome Neighbor ft Lee Heeseung of Enhypen [COMPLETED]
  • MISSION TO GET HIM - HAEWIN
  • Love's Serendipity
  • SKRIPSUIT  ✔
  • BULLYING or BULLIED - JENWIN (JENO X WINTER)
  • DAKSA [END]
  • LOVE THROUGH ENGAGEMENT || TAEGYU [✓]
  • LET'S CHANGE THE FUTURE - JAYNING, JAKEWIN
  • COLOUR [PROSES PENERBITAN]
  • CHANGE FUTURE - JENRINA & JAEMINJEONG

(END) Anna hanya ingin menjalani hari-harinya dengan tenang, kuliah, pulang, menghindari interaksi yang tak penting, dan menikmati waktunya dalam damai. Tapi semua rencana itu hancur sejak ia tahu siapa yang tinggal di rumah sebelah. Lee Heeseung, seniornya di kampus, adalah segalanya yang tidak ia suka. Berantakan, urakan, terlalu santai, dan suka bercanda di saat yang tidak tepat. Apalagi, pria itu tak segan menggunakan status "senior" untuk menggoda dan mengganggunya kapan saja. Namun semakin Anna mencoba menjauh, semakin Heeseung tertarik. Dari sekadar godaan iseng, hingga keberanian mengungkapkan perasaannya secara terang-terangan, Heeseung terus mendekat, dengan caranya yang kacau namun tulus. Bagi Anna, Heeseung adalah kebisingan yang tak diundang. Tapi, bagaimana jika lambat laun... suara itu menjadi satu-satunya yang membuat hatinya berdebar?

More details
WpActionLinkContent Guidelines