𝑺oca 𝑵irmala -

𝑺oca 𝑵irmala -

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 2, 2024
𝓘lam sudah tenang, Ilam sudah beristirahat, 𝓣erakhir kali dilihat, kondisi fisik Ilam diperparah oleh stress nya hingga dirawat di RS terdekat. 𝑵irmala Anilam Widjaya, atau Ilam, adalah anak yang terlahir indigo. Beban masa kecilnya yang masih ia pikul sampai sekarang ia menginjak masa remaja akhir, Dokter Haniyah, atau Bu Hani adalah penjahat utama di mata Ilam, ia kerap kali menganggap obat-obatan anti psikotik yang Bu Hani berikan hanya sekedar narkoba penenang semata. Ilam yang sekarang tinggal di Bogor, dulunya memiliki mimpi yang besar untuk menjadi seorang desainer baju terkenal dan memiliki rumah di Jerman, namun seiring berjalannya waktu dan kesibukan yang membebani pikirannya, serta kondisi Ilam yang selalu diganggu oleh makhluk dari dunia lain perlahan membuat mimpinya pudar begitu saja.
All Rights Reserved
#827
indigo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Diam | Hiatus
  • ARGANNISA (HIATUS)
  • May I Love You?
  • MY HUSBAND CEO[Completed]
  • Sekretaris Transmigrasi √ [SEGERA TERBIT]
  • I N O R A
  • Cinta Pertama (Yoyo&Hana)
  • Orange Spirit 3 : Dead Leaves ✔
  • [Remake] Sixth Sense: Axa's Indigo
  • Kepingan Dirham

Dalam Diam Ia tumbuh dalam dunia yang tenang tapi penuh celah. Seorang gadis yang dibesarkan oleh ibu tunggal, di antara kasih yang tulus dan kisah yang setengah jadi. Ibunya tak pernah marah, tapi juga tak pernah benar-benar bercerita. Tentang masa lalu, tentang ayahnya, tentang rumah yang seharusnya jadi tempat kembali-semua hanya hadir dalam potongan-potongan kabur yang tak pernah lengkap. Hidupnya berjalan seperti itu, penuh tanya yang tak lagi ia kejar jawabannya. Sampai suatu hari, dunia yang ia kenal mulai bergeser. Sebuah surat undangan membawa namanya ke ajang Olimpiade Sains Internasional. Pemeriksaan kesehatan hanyalah prosedur awal-begitu ia kira. Namun rumah sakit tempat pemeriksaan itu justru menjadi simpul dari benang-benang yang selama ini kusut dalam kepalanya. Nama 'Diranata' menampar ingatannya, menghidupkan kembali bisikan-bisikan yang dulu sering didengar namun tak pernah dimengerti. Dan di antara lorong putih dan suara monitor medis, ia bertemu Gracia. Seorang dokter muda yang baik dan tenang, namun tak tahu bahwa yang sedang duduk di hadapannya mungkin adalah kakaknya sendiri. Ia mengenali wajah itu. Bukan dari ingatan, tapi dari foto lama-foto yang selama ini disimpannya tanpa tahu maknanya. Foto mamanya, memeluk seorang anak kecil yang bukan dirinya. Kini ia tahu, siapa gadis kecil itu. Tapi tetap memilih diam. Diam, karena belum waktunya bertanya. Diam, karena kadang kenyataan lebih menakutkan dari dugaan. Dan diam, karena hatinya belum siap menerima apa yang mungkin telah lama ia tunggu. Langkahnya pelan, tapi pasti. Satu demi satu, rahasia yang terkubur mulai muncul ke permukaan. Bukan dengan dramatisasi, tapi lewat tatapan, pertemuan singkat, dan perasaan yang tak bisa dijelaskan. Ini bukan hanya tentang siapa dirinya, tapi juga tentang apa artinya memiliki rumah-dan kehilangan rumah itu tanpa tahu kapan. Dalam diam, ia belajar memahami. Dalam diam, ia memilih bertahan. Dan dalam diam pula, ia akhirnya berani mencari pulang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines