WAKTU YANG SEBENTAR (IX - B)

WAKTU YANG SEBENTAR (IX - B)

  • WpView
    Leituras 92
  • WpVote
    Votos 27
  • WpPart
    Capítulos 10
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, fev 15, 2025
Tentang mereka murid murid kelas IX - B, dengan beragam masalah masing-masing. Namun mereka saling menguatkan dalam ikatan yang sering mereka sebut rumah. Ya benar, walau masing-masing dari mereka mempunyai masalah tapi mereka tetap kuat karna adanya ikatan 3 tahun selama masa SMP ini. ***** "Janji ya kalau udah sukses nanti kita ga boleh asing" ucap Luna sambil menggenggam tangan mereka. "Janjiii Lunaaa" ucap mereka semua serempak. Lalu setelah itu mereka berpelukan untuk menghabiskan waktu yang hanya tinggal 8 bulan saja. ***** "Kitaa semua hebat, mereka ga boleh nindas kita seenaknya" kata semangat yang selalu di berikan oleh Arsen untuk menyemangati mereka semua. "IYAAA KITA HARUS SEMANGAT TERUSS" sambung Gina dengan semangat. "Rumah, go go go" ucap mereka serempak. © Hak Cipta Dilindungi Undang Undang
Todos os Direitos Reservados
#22
takdianggap
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • acalapati
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Angkasa dan Cerita
  • SEPARATED BROTHER [END]
  • Your Home [COMPLETE]
  • Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ]
  • 𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
  • About Naskala [on going]
  • About Raya

"Ran, pulang, bapak udah sayang sama kamu." °°° Kegagalan seolah telah menjadi sahabat karib bagi Hiran-anak ketiga dari empat bersaudara yang lahir tepat di ambang keruntuhan keluarganya. Ketika kemewahan menjelma jadi kenangan dan tawa berubah menjadi diam panjang, Hiran hadir ke dunia. Bagi sebagian orang, ia adalah pertanda malapetaka. Pembawa sial, begitu mereka menyebutnya. Hiran tumbuh dalam keheningan yang tak pernah benar-benar ia mengerti, tapi selalu ia terima. Ia belajar membaca raut kecewa, menghafal letak luka yang tak terucap, dan memupuk kesadaran bahwa dirinya bukan siapa-siapa. Pada usia delapan belas, cinta adalah kemewahan yang tak pernah ia harapkan datang. Ia tahu diri-ia tahu batasnya. Namun, semua keyakinannya mulai runtuh ketika Arabella hadir-gadis dari dunia yang tak pernah Hiran pijak. Anak konglomerat dengan senyum yang mampu menembus dinding-dinding luka. Sekali tatap, cukup untuk mengguncang hati yang selama ini ia jaga mati-matian. Dan meski perasaannya tumbuh tanpa diundang, Hiran tahu satu hal pasti: cinta ini tak boleh hidup. Ia akan menguburnya, sebelum harap kembali menyakitinya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo