The Golden Age

The Golden Age

  • WpView
    Reads 385
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 29, 2025
[Science-Historical fiction] [Sedang dalam tahap revisi besar-besaran] Semua masa di bumi memiliki masalahnya masing-masing. Dan manusia-manusia yang hidup pada masanya, memang ditakdirkan untuk mampu bertahan di masa tersebut. Pallavi baru saja meninggalkan kampung halamannya di Indonesia dan pindah ke negara ini bersama kedua orang tuanya. Ia tinggal di tempat yang baru, belajar di sekolah baru, dengan lingkungan baru, serta mendapatkan teman-teman baru. Anak perempuan usia dua belas tahun, jujur saja, hal menarik apa yang bisa kita harapkan dari kisahnya? Bertemu dengan peri? Mendapat kekuatan ajaib? Berbicara dengan orang yang dipercaya sudah mati? Oh, jangan begitu jauh, ini bukan fantasi. Berbagai masalah yang muncul dalam kehidupannya, merupakan estetika unik tersendiri yang patut disyukuri dan diambil pelajarannya. Mungkin, belahan bumi bagian barat dengan para muslim masih tidak dapat disatukan dengan begitu baik, namun, di lingkungan yang baru ini, Pallavi belajar bagaimana caranya mempertahankan keimanannya sebagai seorang muslim. Berada di masa-masa yang sulit, membuat siapapun akan memimpikan masa-masa kejayaan. Namun jika masa kejayaan Islam di abad pertengahan juga menghadapi kehancurannya, akankah dirinya merasakan masa kejayaan yang serupa? Pallavi dan teman-temannya terlahir dan bermimpi sebagai cendekiawan. Tetapi jika apa yang dibutuhkan mereka untuk menghadapi masalah antara hidup dan mati adalah dengan menjadi seorang petarung, apakah mereka masih dapat mewujudkan mimpi mereka? Berbagai kejadian yang menyenangkan tetap ada, walaupun yang pahit turut ikut serta. Dan ternyata, siapapun dapat menyelesaikan masalah dengan peran mereka sendiri. Jadi, apakah dengan masalah kali ini, para sejarawan mau mencatat nama-nama mereka sebagai orang-orang baik? Oh, ada sebuah petunjuk! Yaitu: ketika sekelompok semut kehilangan pemimpinnya, mereka hanya akan berjalan berputar-putar sampai mereka mati.
All Rights Reserved
#97
ilmupengetahuan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Langit Damaskus Bersaksi
  • Arah Yang Selaras Lagi Berpelangi
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • SEMESTA
  • NOESIS [END]
  • BarraKilla
  • TITIK AKHIR.
  • HSM 1: OLYMPIADS [END]
  • Serpihan Luka
  • Rumah Sepasang Luka ✓

"Ketika peluru tak lagi bersuara, maka sunyi akan berbicara. Dan langit akan bersaksi-siapa yang tetap bertahan, dan siapa yang memilih menyerah." Damaskus bukan sekadar kota. Ia adalah saksi bisu dari cinta yang berani, pengorbanan yang sunyi, dan harapan yang tak pernah patah meski langit runtuh berkali-kali. Fathir, seorang pendidik idealis, bersama Najwa-sahabat seperjuangannya yang penuh keteguhan-mendirikan Harapan Langit, sebuah sekolah di jantung konflik Suriah. Di antara reruntuhan, tawa anak-anak, dan bayang-bayang pengkhianatan, mereka tak hanya melawan keterbatasan, tapi juga prasangka dan kepentingan tersembunyi. Namun, ketika kebenaran dipelintir dan kepercayaan mulai goyah, satu-satunya hal yang bisa menyelamatkan mereka hanyalah keteguhan pada nilai yang mereka tanam sejak awal: bahwa pendidikan adalah bentuk tertinggi dari perlawanan. Apakah cinta, iman, dan cita-cita cukup kuat untuk menahan badai yang datang dari segala arah? Atau... langit akan bersaksi bahwa mereka pun bisa runtuh? ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines