The Golden Age

The Golden Age

  • WpView
    Reads 361
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 29, 2025
[Science-Historical fiction] [Sedang dalam tahap revisi besar-besaran] Semua masa di bumi memiliki masalahnya masing-masing. Dan manusia-manusia yang hidup pada masanya, memang ditakdirkan untuk mampu bertahan di masa tersebut. Pallavi baru saja meninggalkan kampung halamannya di Indonesia dan pindah ke negara ini bersama kedua orang tuanya. Ia tinggal di tempat yang baru, belajar di sekolah baru, dengan lingkungan baru, serta mendapatkan teman-teman baru. Anak perempuan usia dua belas tahun, jujur saja, hal menarik apa yang bisa kita harapkan dari kisahnya? Bertemu dengan peri? Mendapat kekuatan ajaib? Berbicara dengan orang yang dipercaya sudah mati? Oh, jangan begitu jauh, ini bukan fantasi. Berbagai masalah yang muncul dalam kehidupannya, merupakan estetika unik tersendiri yang patut disyukuri dan diambil pelajarannya. Mungkin, belahan bumi bagian barat dengan para muslim masih tidak dapat disatukan dengan begitu baik, namun, di lingkungan yang baru ini, Pallavi belajar bagaimana caranya mempertahankan keimanannya sebagai seorang muslim. Berada di masa-masa yang sulit, membuat siapapun akan memimpikan masa-masa kejayaan. Namun jika masa kejayaan Islam di abad pertengahan juga menghadapi kehancurannya, akankah dirinya merasakan masa kejayaan yang serupa? Pallavi dan teman-temannya terlahir dan bermimpi sebagai cendekiawan. Tetapi jika apa yang dibutuhkan mereka untuk menghadapi masalah antara hidup dan mati adalah dengan menjadi seorang petarung, apakah mereka masih dapat mewujudkan mimpi mereka? Berbagai kejadian yang menyenangkan tetap ada, walaupun yang pahit turut ikut serta. Dan ternyata, siapapun dapat menyelesaikan masalah dengan peran mereka sendiri. Jadi, apakah dengan masalah kali ini, para sejarawan mau mencatat nama-nama mereka sebagai orang-orang baik? Oh, ada sebuah petunjuk! Yaitu: ketika sekelompok semut kehilangan pemimpinnya, mereka hanya akan berjalan berputar-putar sampai mereka mati.
All Rights Reserved
#95
ilmupengetahuan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Magnificent Journey [COMPLETED]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Langit Langit Damaskus Bersaksi
  • TITIK AKHIR.
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Ujung Serbuk Emas Segera Hancur [END]
  • Serpihan Luka
  • Mas Angga✔️

Broken home? Sudah menjadi hal yang tidak asing lagi. Tentu hati seorang anak mana yang tidak hancur saat harus menerima kenyataan pahit semacam itu. Bahkan dirinya mengalami itu saat masih kecil. Waktu dia baru menginjak 8 tahun, masih membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Tapi apalah daya. Takdir tidak bisa diubah. Dia hanya bisa pasrah. Dia bertekad akan membuktikan pada semua. Terutama kedua orangtuanya yang sudah berpisah lama. Dirinya memutuskan untuk berubah. Merubah semuanya. Dari mulai pandangan, berfikir, dan satu lagi jangan mengeluh dengan keadaannya yang sekarang sudah menjadi anak broken home. Perjalanan dari perubahannya ini penuh dengan rintangan. Karena memang semua manusia pasti tak akan terlepas dari itu. Hanya saja bagaimana caranya agar bisa dengan sabar dan tabah menghadapinya. Dia seperti itu karena sadar, bahwa broken home bukan suatu masalah yang besar. Juga bukan sebuah penghalang untuk terus menjalani hidup. Bukan pula ajang untuk jadi terjerumus pada pergaulan bebas. Sebab dirinya tahu betul, lebih menyakitkan nasib anak-anak yatim dan piatu. Mereka bahkan tidak bisa lagi berjumpa dengan orangtuanya. Mau tau kelanjutan dari kisahnya? Bagaimana perjalanannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines