The best thing (that never been mine)

The best thing (that never been mine)

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 10, 2024
Suatu hari Prama Praditya mendapatkan pesan singkat dari sebuah aplikasi yang bisa mengirimkan surat untuk seseorang di masa depan, pesan itu tepat di kirim setahun yang lalu, dan baru masuk tepat setahun kemudian di hari ini. hal itu membuat Prama kembali berwisata masa lalu tentang kenangan kenangannya bersama pengirim surat tersebut yaitu Keyla Kirania perempuan yang pelukannya seperti pelukan Ibu. Perempuan yang sengaja di simpannya rapat rapat dalam kenangan. surat surat itu kembali membuat Prama mengingat kembali semua memori nya bersama Keyla dan mendapati sebuah fakta yang selama ini tidak di ketahuinya, Prama pun berusaha kembali menghubungi dan mencari keberadaan Keyla untuk mengungkapkan kebenaran dari fakta tersebut, namun seberapa kerasnya Prama mencari, tetap saja Keyla sangat sulit di temukan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menjemputmu di Antara Buku
  • Sunrise in Nightmare
  • Persona
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Di Antara Harapan dan Kenyataan
  • Still The Same?
  • Yang Amerta di Dalam Aksara (HIATUS)
  • Assalamu'alaikum Paris 2 [ End ]
  • Married With Presma
  • Quarter Love Crisis

Di antara tumpukan buku dan lorong sunyi perpustakaan tua, Alana menemukan secarik kertas kecil terselip di halaman 47 sebuah novel. Catatan itu bukan miliknya, tapi terasa seperti sapaan dari seseorang yang memahami isi hatinya lebih dalam dari siapa pun. Maka dimulailah percakapan rahasia lewat catatan-catatan kecil yang tersembunyi di balik halaman buku-tentang cinta, kehilangan, mimpi, dan harapan yang tak pernah berani mereka ucapkan secara langsung. Alana menjuluki penulis catatan itu Mr. Page 47, tanpa tahu bahwa ia sebenarnya adalah Abraham-seorang ilustrator pendiam yang selama ini diam-diam memperhatikannya dari kejauhan. Ketika perpustakaan terancam tutup dan catatan terakhir harus ditulis, satu pertanyaan tersisa: Beranikah mereka keluar dari balik halaman dan saling menjemput di dunia nyata. kediri, 25 April 2025 @rembangbanowati_

More details
WpActionLinkContent Guidelines