BATAS WAKTU (Give me a time)

BATAS WAKTU (Give me a time)

  • WpView
    Membaca 341
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 31
WpMetadataReadLengkap Min, Mar 31, 2024
WpInfo
Fiksi
Romansa
Novel : BATAS WAKTU (Give me a time) Nadya Fauzia Sekarsari adalah seorang wanita muda multi talenta yang bekerja sebagai seorang ilustrator dan penulis naskah kreatif di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang periklanan. Selain itu Nadya juga dikenal sebagai seorang fotografer wanita handal dan sangat berbakat. Nadya merasa hidupnya hancur setelah berturut-turut kehilangan orang-orang yang disayanginya, pertama ibunda tercinta yang wafat karena sakit paru-paru dan kemudian tak lama menyusul tunangannya yang sedianya akan menikahinya juga wafat karena terpapar COVID-19. Sementara itu ayahnya juga sudah lama wafat, juga karena sakit. Kini Nadya harus hidup sebatang kara, karena dia merupakan seorang anak tunggal. Rasa sedih yang dialaminya belum lagi hilang saat dokter kemudian memvonisnya bahwa dia juga menderita penyakit paru-paru yang berbahaya dan mematikan. Kini Nadya pun harus berjuang sendirian untuk menyembuhkan dan menyelamatkan nyawanya dari sakit paru-paru yang menggerogoti tubuhnya. Sementara itu pada saat yang sama, dia pun harus segera menyelesaikan novel yang sedang ditulisnya. Berhasilkah Nadya untuk dapat sembuh kembali seperti sediakala dan menyelesaikan novel yang sedang ditulisnya, serta menerima cinta dari seorang pria tampan bernama Leo Anggara Nasution, yang sangat tulus mencintai Nadya, walau pun Leo juga sadar dan mengetahui bahwa wanita cerdas dan berbakat itu sedang berjuang untuk menyembuhkan sakit paru-paru yang dideritanya. Atau apakah sebaliknya, Nadya harus menyerah kepada keadaan..??? Saat Nadya mengetahui bahwa, mantan tunangan Leo, yaitu Alena yang datang kembali untuk mencoba merebut cinta Leo darinya. Ikuti kisahnya dalam novel BATAS WAKTU Novel ini dipersembahkan untuk : My beloved Mom dan seorang sahabat baik yang wafat karena terpapar Covid-19 Jangan lupa setelah membaca novel ini berikan LIKE, COMMENT dan VOTE Dan mohon maaf apabila di dalam penulisan novel ini masih terdapat kekurangan atau ketidaksempurnaan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#2
bataswaktu
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status [END]
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan