14 Hari Yang Membahagiakan

14 Hari Yang Membahagiakan

  • WpView
    Reads 170
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 30, 2024
"Kita selalu bertemu saat dunia ikut menangisi kesedihan ku" ~kalara~ "Setangkai bunga adalah cara aku menunjukkan keadaan dan semua emosiku." ~Kalara~ "Melukis adalah cara aku meluapkan semua emosiku. Di lukisan abstrak Itu, di setiap goresan cat yang ku ciptakan, adalah saksi bisu kelemahan ku." ~kalara~ "Aku bersyukur semesta masih berbaik hati pada ku memberikan hewan, kucing untuk menemani kesendirian ku." ~kalara~ "Aku tidak bisa berteriak pada semesta. Aku hanya bisa menangis. Melampiaskan perasaan dan emosi ku pada apa yang ada di semesta ini. Dan aku memilih hujan, bunga, buku, dan kanvas untuk itu." ~ Kalara~ PERHATIAN!!!!! TOLONGGGGGGGGGGG 😭😭😭 Serius nayak cerita ini kalo di perpus kalian, terus kalian taro cerita offline. Bisa di buka lagi gak? atau ada tulisan ini?👇🏻 "laman ini hilang di tengah banyaknya cerita bagus dan tidak dapat kembali lagi" Oh iya, itu muncul tulisan kayak gitu Kalo offline. Tapi kan itu udah di masukin daftar baca offline masa gak bisa dibuka. Tolong dong aku nyari nyari tutor dimana-mana gak ada. PLEASE SIAPA PUN TOLONGGGG JAWAB DI KOMEN 😭😭😭 SOALNYA DI WP GUE KAYAK GITUUUUU.
All Rights Reserved
#103
2024
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • GALANG [SELESAI]
  • Kalaya [END]
  • Raina
  • Sea For Blue Whales [TERBIT]
  • PETRICHOR [Lengkap]
  • My Home [Hujan Series]
  • [✓] - Dari Semesta [COMPLETED]
  • Hiperbola Hati (COMPLECTED)~

💢Stop plagiat "Aku hanyalah rumah yang tak pernah dipilih untuk pulang." "Hidup tanpa bisa mengingat apapun, apa masih bisa disebut hidup?" Karel tumbuh sebagai anak yatim piatu, hidup di antara orang-orang yang ia temui setiap hari namun tak pernah benar-benar terasa dekat. Yang ia bawa hanya satu harapan sederhana, memiliki rumah selayaknya. Harapan itu seolah terjawab ketika ia diangkat menjadi bagian dari keluarga Winata. Namun alih-alih disambut sebagai keluarga, Karel justru harus lebih dulu menghadapi penolakan dari saudara-saudaranya sendiri. Setiap langkahnya menjadi pembuktian, setiap keberadaannya selalu dipertanyakan. Dan ketika ia hampir percaya bahwa usaha dan kesabarannya akan berbuah, takdi kembali mengambil alih. Ia dipaksa menerima kenyataan yang jauh lebih menyakitkan, bahwa ada hal-hal dalam hidup yang tak bisa ia diperjuangkan, selain hanya bisa pasrah. SEBELUM LANJUT JANGAN LUPA FOLLOW DULU..

More details
WpActionLinkContent Guidelines