Relenung Lara

Relenung Lara

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 2, 2025
Anindya Jeana Athaya lahir dalam kesepian yang tak berujung. Ibunya meninggal saat melahirkannya, sementara ayahnya tidak pernah melihatnya lebih dari sekedar alat untuk ambisinya. Di rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung, ia hanyalah bayangan-dihina, diabaikan, dan dibiarkan terasing di dunianya sendiri. Namun, di balik sunyinya kehidupan Jeana, dua sosok hadir dalam hidupnya. Satu membawa kehangatan yang begitu lembut, sementara yang lain memberikan harapan yang ternyata hanya ilusi. Kebahagiaan sesaat berubah menjadi luka yang tak terduga, dan Jeana semakin terperangkap dalam perasaan yang tak bisa ia kendalikan. Ketika kenyataan memaksanya memilih antara bertahan atau melepaskan, Jeana dihadapkan pada pertanyaan terbesar dalam hidupnya: Apakah ia akan terus terkungkung dalam bayang-bayang masa lalu, atau akhirnya berdiri untuk menulis takdirnya sendiri?
All Rights Reserved
#764
tragis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • 7. Titik Terakhir Senja
  • Luka Naren. ( SUDAH TERBIT )
  • Rumah Tanpa Jendela (HIATUS)
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • Ibu Aku Masih Butuh Pundakmu
  • Nanti Juga Sampai
  • Kematian Hati

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines