Story cover for Guessing The Solar System by yminloveey
Guessing The Solar System
  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Feb 10, 2024
Gadisku meminta membuat ini, dan aku dibantu oleh teman masa kecilku, @_leaulv.

--

Misteri tata surya belum sepenuhnya dipecahkan NASA ataupun organisasi ilmu pengetahuan dunia lainnya. Bukan yang dilangit yang kuinginkan. 

Tetapi yang bersamaku di dunia berisik ini. 

Surai halus berwarna birunya terlihat indah, mengkilap di mataku. Tak percaya bahwa anak pintar ini baru dijelajahi 5℅ dari dirinya setelah kami saling mengenal selama 2 tahun. 

"I try so hard, Leandra."

"For what?"

"𝐆𝐮𝐞𝐬𝐬𝐢𝐧𝐠 𝐓𝐡𝐞 𝐒𝐨𝐥𝐚𝐫 𝐒𝐲𝐬𝐭𝐞𝐦."

--

Bukan aku yang menulis semua di atas, tapi Leandra, terimakasih. 

Aku tidak mengerti caranya menulis cerita yang baik. 

Thanks to : @_leaulv & @IvvyVeyy_
Public Domain
Sign up to add Guessing The Solar System to your library and receive updates
or
#21collab
Content Guidelines
You may also like
Lonely Tomorrow  by Reyinss_luu
48 parts Complete
Kala sinar sang surya kembali menampakan dirinya setelah bersembunyi lama di balik ribuan awan di langit abu-abu. Kini ia kembali menampakan sinarnya yang menyorot langsung ke wajahku yang sedang tertidur. Aku membuka kedua mataku perlahan dan kulihat sinar sang surya sangat terang hingga membuatku merasa silau. "Tidurmu nyenyak?" Suara yang terdengar berat dan lembut itu menyadarkanku. Singkat aku mengerjap guna memulihkan kembali pandanganku yang sempat memburam. Kemudian samar-samar senyuman terukir tipis di wajahku tatkala sudah kulihat jelas wajahnya yang sedang duduk di depanku, tengah memandangku dengan senyum manis nan tampannya. Memiliki kulit putih bersih, rambut hitam lebat, alis tebal, dan mata cokelat indahnya... itulah dia. Kami saling melempar senyum serta saling menatap lekat satu sama lain. Hanya ada kami di sini, di kelas yang kosong pun sunyi. Sunyi yang menenangkan sebab hanya ada kita berdua di dalamnya. Namun, ini hanyalah mimpi. Mimpi yang sangat indah dan seolah tampak sangat nyata. Kau ada di sini, tepat di depanku, memberikan senyum manismu padaku, tapi aku tak dapat menyentuhmu. Kau tampak nyata padahal sebenarnya kau hanyalah ilusi semata seperti sebuah lukisan indah di dalam air yang jika disentuh dengan seujung jari maka hilanglah sudah lukisan indah itu. Lenyap, tak tersisa. Kau bagai embun yang hanya muncul sesaat di pagi hari lalu menghilang saat matahari menyinari bumi. Begitulah dirimu. Setiap mengingat momen-momen indah bersamamu saat masa remaja, membuatku selalu merasa seperti kembali ke masa itu. Di masa kita saling mengenal dan melakukan banyak hal bersama. Aku ingin kembali ke masa itu dan kembali mengingatmu. Ya dirimu, yang entah kapan akan kembali. [ cover by : Pinterest ]
You may also like
Slide 1 of 10
Lonely Tomorrow  cover
Azrul cover
Stars Aligned : Markha And The Stars cover
Hy Enemy! I MISS YOU. [LENGKAP] cover
All Too Well cover
1/10/21 (Revisi) cover
[𝗩𝗢𝗟 𝟬𝟭] 𝐂𝐫𝐢𝐦𝐬𝐨𝐧 𝐃𝐢𝐦𝐞𝐧𝐬𝐢𝐨𝐧 | REVISI  cover
Elemental parents and fusion? [OG] cover
BOBOIBOY : ANGKARA LAIN cover
Magic Potion [END] cover

Lonely Tomorrow

48 parts Complete

Kala sinar sang surya kembali menampakan dirinya setelah bersembunyi lama di balik ribuan awan di langit abu-abu. Kini ia kembali menampakan sinarnya yang menyorot langsung ke wajahku yang sedang tertidur. Aku membuka kedua mataku perlahan dan kulihat sinar sang surya sangat terang hingga membuatku merasa silau. "Tidurmu nyenyak?" Suara yang terdengar berat dan lembut itu menyadarkanku. Singkat aku mengerjap guna memulihkan kembali pandanganku yang sempat memburam. Kemudian samar-samar senyuman terukir tipis di wajahku tatkala sudah kulihat jelas wajahnya yang sedang duduk di depanku, tengah memandangku dengan senyum manis nan tampannya. Memiliki kulit putih bersih, rambut hitam lebat, alis tebal, dan mata cokelat indahnya... itulah dia. Kami saling melempar senyum serta saling menatap lekat satu sama lain. Hanya ada kami di sini, di kelas yang kosong pun sunyi. Sunyi yang menenangkan sebab hanya ada kita berdua di dalamnya. Namun, ini hanyalah mimpi. Mimpi yang sangat indah dan seolah tampak sangat nyata. Kau ada di sini, tepat di depanku, memberikan senyum manismu padaku, tapi aku tak dapat menyentuhmu. Kau tampak nyata padahal sebenarnya kau hanyalah ilusi semata seperti sebuah lukisan indah di dalam air yang jika disentuh dengan seujung jari maka hilanglah sudah lukisan indah itu. Lenyap, tak tersisa. Kau bagai embun yang hanya muncul sesaat di pagi hari lalu menghilang saat matahari menyinari bumi. Begitulah dirimu. Setiap mengingat momen-momen indah bersamamu saat masa remaja, membuatku selalu merasa seperti kembali ke masa itu. Di masa kita saling mengenal dan melakukan banyak hal bersama. Aku ingin kembali ke masa itu dan kembali mengingatmu. Ya dirimu, yang entah kapan akan kembali. [ cover by : Pinterest ]