Millenas' illusion

Millenas' illusion

  • WpView
    Membaca 42
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Sep 9, 2024
"Pak! sebenarnya, di manakah Lulla berada?" Begitu kata seorang remaja kelas 12. Dia pontang-panting mencari seseorang sejak sekian Minggu berlalu. Dan inilah cara terakhir untuk mencari Lulla. "Lulla? siapa Lulla?" Begitu jawaban yang tak menjawab dari seorang pria paruh baya yang terduduk dengan mata semu, rambut layu, keriput tak jemu. Perawakan pohon beringin terduduk di kursi roda, Ayahnya Lulla. Millenas, geram. Anak remaja kelas 12 itu sudah tak peduli seluruh hidupnya karena suatu kejadian ganjal yang berkaitan dengan dirinya dan Lulla. Dalam ingatan sedalam-dalamnya dia ingat. Di luar kepala dia ingat. Dalam urat nadi dia ingat. Dalam jantungnya berdetak, dia ingat detakan saat itu. Dia seyakin-yakinnya ingat sempurna tidak keliru. Kejadian saat itu, Millenas terjatuh dari lantai lima. Merosot terus, gravitasi mencengkram Millenas kuat-kuat. Akan terbanting satu hentakan yang akan memecahkan seluruh organ dalamnya. Air mata tanpa perintah mengucur tak mengikuti gravitasi, terbang di udara ditinggal bola mata Dalam ingatan sempurna tak keliru, Millenas tercekat di tengah udara dipeluk beku. Dirinya berhenti persekian napas. Waktu berhenti persekian detik. Dalam sekali kedua bola matanya berkedip, Millenas berdiri di jendela sekolahnya. Terbeku dengan persekian hembusan angin berikutnya, dia lihat orang yang dipeluk gravitasi siap terbanting dan pecah organ di bawah sana. Dia ingat sempurna tak keliru, seseorang akan jatuh di luar jendela ia melongok. Lullaby jatuh berdebum menghantam tanahnya dari lantai lima. Dalam ingatan sempurna tak keliru, Millenas tahu seharusnya ia yang ada di sana, bukan Lullaby. Mayat Lullaby terlihat dari ketinggian lantai lima, bersimpuh darah yang merah pekat menuju hitam. Benar, seluruhnya hancur, mungkin seluruh organnya melebur. Millenas terperanjat langsung lari turun tangga, lantai lima ke satu serasa mengalir saja. Ia sampai ke luar gedung, dilihatnya tempat Lullaby terbunuh. Lullaby tidak ada di situ.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Faith in You : The Seeker
  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • TRANSMIGRASI:Ahli bela diri dingin dari Veydris
  • LIMBO - The Edge Of Life ( ON GOING )
  • You're ma Panacea

[Selamat membaca] ◌Dalam tahap revisi◌ Angin berhembus menerpa rambut Glory, rumput dan bunga bergoyang seakan menikmati suasana tenang. "Maafkan gue yang dulu dan sekarang." Gio menatap Glory sekilas "Gue mencoba memaafkan nya." ucap Glory Semuanya hening, desiran angin menerpa rumput-rumput masih menemani mereka. "Kembalilah ke gue." Gio menggenggam tangan Glory. Namun Glory menepisnya "Sudah cukup sandiwaranya? tidak ada yang perlu di katakan lagi? Gue pulang.besok hari bahagia." Glory bangkit dan meninggalkan Gio sendiri di sana. "Gue tau ini salah gue,Glory.tapi tolong mengerti keadaan dan situasi apa yang gue hadapi, sekali aja lu ngertiin posisi gue tapi lu gak pernah. Gak pernah ngertiin gue sama sekali." Teriak Gio prustasi Glory yang belum jauh dari sana menghela napas, "Gue tau gue gak pernah ngertiin lu makannya gue memilih menjauh dari lu, biar lu mendapatkan orang yang selalau bisa mengerti situasi dan keadaan lu." Glory mengusap air matanya dan berlari pulang. Cerita seseorang yang mengorbankan segalanya demi mendapatkan cinta sejati, cinta bukan hanya sekedar kasih sayang dan takut kehilangan. Namun sebuah kata yang sangat berarti di kehidupan. saling melangkapi, memahami satu sama lain dan menerima kekurangan dan kelebihan. Tidak bersatu bukan mungkin berpisah tapi batas dan adanya jarak yang mempersulit mereka. Situasi, keadaan tidak mendukung mereka untuk bersama.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan