9 Bidadari Rumbia

9 Bidadari Rumbia

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 12, 2024
Agustus bulan dimana aku harus menerima kenyataan bahwa aku benar benar hampir menginjak fase Dewasa. Peralihan dari bangku SMA ke bangku Perkuliahan berhasil membuatku terkejut dengan segala macam masalah didalamnya. Namun seperti yang sering aku sampaikan pada cerita sebelumnya bahwa yang namanya hidup adalah deretan masalah yang diselingi kebahagiaan dan kesedihan, jadi jangan pernah terlarut didalamnya. 2023 tahun dimana aku bertemu banyak hal baru dan bahkan juga "orang baru" atau "orang lama yang baru kembali". Kota Jambi, kota yang tak asing ditelinga namun sangat asing berada didalamnya. Jauh dari orang tua untuk mengejar pendidikan sepertinya sudah terlalu basi untuk dijadikan alasan karna alasan sesungguhnya ialah ingin "MELALA" hehe (Becanda). aku sempat berpikir dikota ini aku pasti tidak akan bertahan lama, namun siapa sangka aku bertemu dengan 8 bidadari yang bisa ku sebut rumah untuk aku pulang. Mereka tempat aku menumpahkan segala berisik dikepalaku, mungkin untuk disebut teman mereka lebih dari itu MEREKA ADALAH KELUARGA. penasaran ga sama lanjutan 9 bidadari dan segala masalah dihidupnya? yuk ikutin cerita authorrr!!!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Karam [✔]
  • Cosplay Jadi Bumil
  • Another Life an Extra Antagonist (Selesai)
  • Diam Tak Bisu (END)
  • QUERENCIA ✔️
  • Blood is Love (TAMAT)
  • Peran Pengganti; Lintang Bumi
  • Marselino [END]
  • ❝ Runtuh ❞
  • The Shades [Selesai]

Ketika berusia sepuluh tahun, aku melukis Ibu sebagai cinta pertamaku. Lalu Ayah menyebutnya pembodohan dan menikahi wanita lain sementara Ibu pergi. Ibu yang baru sudah punya anak bernama Rajah. Sejak itu, aku tidak melukis lagi. Aku tidak mencintai lagi. Ketika berusia dua belas tahun, aku dihajar penagih utang. Lalu Safir menyelamatkan keluarga kami dan mengajarkanku bahwa pendidikan itu penting. Pria ini sudah sukses. Sejak itu, aku mulai bersekolah. Aku mulai meninggalkan mimpi. Ketika aku berusia lima belas tahun, Ayah dipenjara. Lalu Ibu jadi makin gila dan adikku keluyuran entah ke mana. Kehidupan sekolahku bahkan tak lebih baik dari mereka. Sejak itu, aku jadi ragu pada realita. Dua tahun kemudian, aku bertemu Pasifika Biru. Lalu aku melihat dunia dengan cara yang baru. Pertemuan kami adalah berkah dalam hidupku. Setidaknya, aku harap begitu. --- est. Juni 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines