We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
BERHARAP DIA [HIATUS]

BERHARAP DIA [HIATUS]

  • WpView
    Reads 160
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 30, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Romantic Comedy
Highschool
Fantasy
Tidak tahu sejak kapan semua ini mulai terasa rumit. Mungkin sejak sadar, debar di dada setiap kali beliau menyebut namanya bukan cuma karena takut ditanya rumus kimia. Namun juga terusik oleh sosok karismatik. Antara dua sosok itu, siswi itu terjebak di ruang yang tidak pernah diminta. Guru kimia, dengan tutur lembut dan tatapan yang terlalu hangat untuk seorang guru. *** Eh, iya pak" jawab Nayaka dengan menundukkan kepalanya karena malu. "Kelas berapa?" "Saya kelas XI IPA 1 pak" jawab Nayaka Dalam sepi, ia bertanya-tanya, mengapa hati selalu memilih jalan yang rumit? . . Saya berharap ada yang membenarkan karya saya, karena saya berkarya hanya karena kegabutan dan masih amatir. Cerita ini asli dari karangan author sendiri, jika ada kesamaan mohon maaf atas kesamaan itu karena saya murni dari pemikiran dan tidak memplagiat karya lain. Sedikit ada sangkut pautnya dengan cerita nyata, namun tidak sepenuhnya nyata. Thank you yang sudah mampir:3
All Rights Reserved
#990
siswa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Almost Us
  • Loving You
  • Sexy Math Teacher [End]
  • Hiraeth ✔ ( END )
  • KAPAN MOVE ON?
  • Senja dan Angkasa
  • my teacher my husband
  • Pak Guru, Saranghae! (END)
  • my teacher my husband💖 (PINDAH KE APLIKASI DREAME)

Kalau ada satu orang yang selalu bikin Aira kesal tiap pagi masuk kelas, jawabannya cuma satu: Arga, si tukang ejek, tukang senyum miring, tukang nyebelin-tapi entah kenapa, hatinya selalu deg-degan tiap cowok itu datang. Bagi Arga, ejekan itu caranya menjaga jarak dari rasa yang terlalu dalam. Karena sesungguhnya, Aira bukan sekadar teman sekolah biasa. Ia adalah gadis kecil bermata sedih yang pernah ia tolong saat jatuh di jalan berlumpur puluhan tahun lalu. Gadis kecil dengan seragam sekolah dan pita merah di rambutnya, yang tersenyum malu-malu dan bilang terima kasih... sebelum akhirnya berlarian ke arah keluarganya yang sepertinya akan pergi meninggalkan rumah. Arga ingat. Aira tidak. Saat mereka dipertemukan kembali di usia dewasa-di sekolah yang sama, di kelas yang sama-Aira sudah menjadi perempuan yang dingin, keras kepala, dan angkuh. Tapi bagi Arga, ia tetap anak kecil yang dulu pernah ia bantu, yang senyumnya pernah membuat hatinya hangat. Arga mengenali Aira,, Arga ingat jelas nama gadis kecil yang ditolongnya dulu dari nama di seragam sekolahnya. Aira kaisha eliana. Jadi Arga memilih satu cara untuk mendekat: ejekan. Setiap ledekan, setiap adu mulut kecil, adalah bentuk rindunya yang lama dipendam. Tapi Aira? Ia terlalu bangga untuk bertanya, dan terlalu tertutup untuk merasakan. Dan ketika cinta sudah hadir di hati Aira, mereka harus berpisah untuk selamanya. Arga hanya menerimanya meski hancur, hanya kata selamat. Lalu pergi. Dan tak pernah kembali. Mereka bukan siapa-siapa. Bukan sepasang kekasih. Bukan sahabat. Tapi pernah saling jatuh cinta diam-diam-dan itu cukup untuk dikenang seumur hidup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines