DUA BESTIE ABSURD

DUA BESTIE ABSURD

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 23, 2024
Jangan lupa tinggalkan jejak!! Dua wanita yang memiliki sifat ceria, Bar-bar, pecicilan dan selalu heboh di manapun berada Siapa lagi jika bukan Queen dan Fiona yang sekarang tumbuh menjadi gadis yang cantik. Queen dan Fiona yang cantik menjadi primadona kampus dan incaran para pria membuat para wanita iri dengan apa yang mereka miliki, tapi tidak ada satu orang pun yang di respon karna mereka ingin fokus pada pendidikan dan karir masing-masing. Dan mereka akan membuktikan pada semua orang jika persahabatan yang abadi itu ada, membuktikan walau banyak rintangan mereka tetap saling melengkapi satu sama lain, dan jadi semangat saat salah satu mendapat masalah. Pria mana yang mampu meluluhkan hati dua wanita Absurd dan tahan dengan sikap barbar mereka? mau tahu kelanjutannya yu kita baca👇 Jangan lupa follow, vote and comment✨
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Masih Kamu,Bukan Kita
  • Ruang Biru [ON GOING]
  • Forced to be Yours
  • Arsyilazka
  • My Barista Boy(Friend)
  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • Perfect uncle ✓
  • Strawberry
  • A K I L A ☑️

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines