PPL
  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 4, 2024
Rena siswi kelas IX yang tidak percaya dengan semua mahasiswa yang ppl di sekolahnya. Rerata mereka hanya mengincar siswi cantik untuk ditunjuk di kelas saat KBM. Lantas, mahasiswa tersebut berpura-pura tanya nama dan selanjutnya di luar jam mengajar, mereka melanjutkan misi untuk mengenal lebih dekat atau yang sering disebut PDKT, seperti yang dialami teman-teman Rena yang lebih cantik darinya telah mendapat chat pribadi dari mahasiswa yang mengajak kenalan tersebut. Namun, pikiran Rena terbantahkan ketika dia mendapat giliran ditunjuk salah satu mahasiswa PPL, Bagas. Akankah pikiran Rena tentang mahasiswa PPL itu benar?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seperti Mencintai Matahari
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Wrong Love ( MASIH REVISI )
  • i love my own brother
  • Dikala itu, Aku Tak Mengerti
  • Ice Gril 🌧️ (TAMAT)
  • Guratan Kehidupan
  • COMPLICATED

Satu yang disadari Rena, dia tidak terlahir cantik sehingga mempercantik diri hanyalah tindakan sia-sia. Dia yang masih dalam umur labilnya dan masih dalam pencarian jati dirinya malah mencondongkan dirinya menjadi tomboy ditambah lagi dia memang menyukai tontonan sepak bola Eropa, hal tersebut membuatnya lebih dekat dengan teman-teman laki-laki daripada perempuan. Tak dapat dipungkiri juga, Rena memiliki otak di atas rata-rata, dia diterima di SMA negeri favorite di Malang. Rena ditempatkan pada kelas X.10. Kelas yang secara demografi sangat berbeda dengan kelas lain. Entah sistem random apa yang digunakan oleh panitia penerimaan siswa, tapi yang jelas di kelas itu terdapat 60% laki-laki. Sedangkan di kelas lain, siswa laki-laki berkisar antara 30-40% saja. Rena yang bukan merupakan tipe siswa rajin sengaja memilih tempat duduk nomor 3 dari barisan belakang. Menurutnya tempat itu ideal untuknya bermalas-malasan, mencontek atau bahkan tidur di kelas. Rena duduk sebangku dengan teman yang baru dikenalnya yakni Irfa. Di belakangnya duduk dua laki-laki, Arief dan Hendi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines