Rumah Lama

Rumah Lama

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 19, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Kabahagiaan. Keluarga. Sahabat. Cinta. Apakah semua itu akan selalu abadi? Aku tidak tahu. Kalian tidak tahu. Bahkan, mungkin seluruh orang disini juga tidak tahu. Karena, semua itu adalah rahasia milik Pencipta, yang lambat laun akan diketahui, bila semua itu telah terjadi.
All Rights Reserved
#467
rumah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • DEAR US (SELESAI)
  • Mistake Of Love
  • The First, Not the Last
  • We're destined to met, not to united.
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • Naura & Lukanya

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines