Merdina
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 14, 2024
Ditinggalkan.. sendirian.. "Dari awal aku tak pernah merasakan apa yang mereka rasakan" Kehidupan yang keras, telah membawa Merdina menjadi anak yang kuat nan tangguh, Penolakan yang selalu ia terima tak membuat dirinya menjadi orang jahat.. "Nenek selalu bilang, Emer harus jadi anak baik, apapun situasinya." Hingga suatu saat, Terjadi bencana besar. Desas-desus penyerangan monster, dan terbakarnya seluruh isi desa.. Merdina panik, ia takut.. satu hal yang terlintas dipikirannya adalah berlari ke dalam hutan. Cover made by AI
All Rights Reserved
#817
cat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Light I Found in You on the Bridge | END✔️
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Lembaran Coretan
  • Takdir Kalea [Revisi]
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Surat dari Hutan - Viva Fantasy
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Ashita 2  :   your Memory Of Darkness
  • Trasmigrasi Queenzee

Hidupnya selalu dipenuhi kegagalan. Tidak peduli seberapa keras ia mencoba, semuanya selalu berakhir sama-penolakan, kekecewaan, dan rasa tidak berharga yang terus menggerogoti dirinya. Arsaka Takahashi telah lama kehilangan alasan untuk bertahan, hingga pada suatu malam, di bawah langit kelabu yang menangisi nasibnya, ia berdiri di atas Jembatan Kurushima-Kaikyo, siap mengakhiri segalanya. Hujan turun deras, menyamarkan air mata yang telah lama ia pendam. Dunia tidak membutuhkan seseorang sepertinya. Bahkan ayahnya sendiri menganggapnya sebagai beban-menyuruhnya membayar setiap uang yang telah dihabiskan untuknya jika ia benar-benar ingin pergi dari dunia ini. Tidak ada yang tersisa untuknya. Tidak ada yang akan peduli. Atau setidaknya, itulah yang ia pikirkan. Namun, di detik terakhir sebelum semuanya berakhir, seseorang menariknya kembali dari tepi jurang. Chika Katou, seorang gadis dengan cahaya yang bertolak belakang dengan kegelapan dalam dirinya, tiba-tiba muncul di hidupnya. Gadis yang tak seharusnya memiliki alasan untuk peduli, namun tetap mengulurkan tangan. Gadis yang tidak mencoba mengubahnya, tetapi juga tidak membiarkannya tenggelam dalam keputusasaan. Dari sana, segalanya mulai berubah perlahan. Chika bukan hanya seseorang yang menyelamatkan nyawanya-ia juga seorang ilustrator terkenal yang hidup sendiri jauh dari keluarganya. Saat Arsaka mengetahui bahwa Chika menciptakan dunia dengan lukisannya, ia menyadari sesuatu yang telah lama ia lupakan-keinginannya untuk menulis cerita. Ketika hujan berhenti, akankah Arsaka menemukan alasan untuk tetap melangkah? Ataukah ini hanya jeda sebelum badai berikutnya datang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines